By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Kecam Aksi Pembakaran Al-Quran, Erdogan Tegaskan Ogah Dukung Swedia Masuk NATO
HeadlineKabar PolitikRagam

Kecam Aksi Pembakaran Al-Quran, Erdogan Tegaskan Ogah Dukung Swedia Masuk NATO

Devi Nila Sari
Last updated: Januari 24, 2023 12:36 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Kecam Aksi Pembakaran Al-Quran, Erdogan Tegaskan Ogah Dukung Swedia Masuk NATO
Pemimpin Partai ekstrem kanan asal Denmark, Rasmus Paludan, membakar Al-Qur'an di luar Kedutaan Besar Turki di Stockholm, Swedia, Sabtu, 21 Januari 2023. (Fredrik Sandberg/TT News Agency)
SHARE

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan geram dengan aksi pembakaran AL-Quran di depan Kedutaan Turki, Swedia. Ia menegaskan, tidak akan memberikan dukungan Swedia masuk NATO.

Akurasi.id, Jakarta – Aksi pembakaran Al-Quran oleh politikus Swedia Rasmus Paludan di luar kedutaan Turki, Stockholm, belum lama ini membuat pemerintah Turki geram. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan, agar Swedia tidak berharap mendapatkan dukungannya untuk bergabung dengan NATO, Senin (23/1/2023).

Apalagi pemerintah Swedia mengizinkan demonstrasi itu tetap berlangsung. Meskipun sudah berulang kali diperingatkan.

“Swedia seharusnya tidak mengharapkan dukungan kami untuk NATO,” kata Erdogan dalam tanggapan resminya terhadap tindakan politisi anti-Islam, Sabtu (21/1/2023) lalu.

“Jelas mereka yang menyebabkan aib seperti itu di depan kedutaan besar negara kami. Tidak lagi dapat mengharapkan kebaikan dari kami atas permohonan mereka untuk menjadi anggota NATO,” kata Erdogan sebagaimana melansir CNN.

Kondisi inipun membuat prospek Swedia dan Finlandia bergabung aliansi pertahanan Barat sebelum pemilihan presiden dan parlemen Turki pada Mei mendatang semakin jauh. Sehingga, Swedia tampak sangat berhati-hati dalam mengambil sikap berkenaan dengan pernyataan tersebut.

“Saya tidak bisa mengomentari pernyataan malam ini. Pertama, saya ingin memahami persis apa yang dikatakan,” kata Menteri Luar Negeri Tobias Billstrom kepada kantor berita Swedia TT.

Erdogan mengatakan, pembakaran Al Quran yang merupakan kitab suci umat Islam adalah kejahatan rasial yang tidak dapat dibela dengan alasan kebebasan berbicara.

“Tidak seorang pun berhak mempermalukan orang-orang kudus,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi secara nasional.

“Ketika kita mengatakan sesuatu, kita mengatakannya dengan jujur, dan ketika seseorang menghina kita, kita menempatkan mereka pada tempatnya,” sambugnya.

Pemicu Aksi Demonstrasi Berujung Pembakaran Al-Quran

Peristiwa itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara Turki dan Swedia. Sebelum unjuk rasa berlangsung, Turki telah membatalkan kunjungan Menteri Pertahanan Swedia Pal Jonson dengan mengatakan perjalanan itu “kehilangan signifikansi dan maknanya”.

Kunjungan itu diharapkan bisa meyakinkan Ankara untuk mendukung negara Skandinavia tersebut dalam bergabung dengan aliansi militer NATO. Turki, sejauh ini, menangguhkan perminataan Swedia dan Finlandia untuk bergabung dengan NATO.

Sebagai informasi, Swedia melamar untuk bergabung dengan NATO setelah Rusia menginvasi Ukraina. Tetapi memerlukan Turki, yang sudah menjadi anggota, untuk menyetujuinya.

Sementara, Rasmus Paludan adalah seorang pria Denmark-Swedia yang mendirikan gerakan sayap kanan garis keras Denmark pada 2017 lalu. Mereka kerap menyuarakan agenda anti-imigran dan anti-islam

Dalam aksi demonstrasinya, pembakaran Al-Quran pun telah ia lakukan beberapa kali. Pada 2022, keributan dan bentrokan pecah di beberapa kota Swedia setelah kelompok tersebut menggelar aksi pembakaran Al-Qur’an di beberapa kota.

Kemudian, pada tahun 2019, ia membakar Al-Qur’an yang dibungkus dengan daging babi. Atas kejadian tersebut, akunnya diblokir selama sebulan oleh Facebook setelah memuat postingan yang mengaitkan kebijakan imigrasi dan kriminalitas. (*)

Editor: Devi Nila Sari

TAGGED:Ekstrimis Anti-MuslimPembakaran Al-Quran di SwediaPresiden Turki Recep Tayyip EdrdoganTurki Kecam Pembakaran AL-Quran
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Viral Lapas Cibinong Ada Fasilitas Mewah Bak Hotel, Ini Daftar Penghuninya

Akurasi.id, Jakarta – Jagat maya kembali dihebohkan temuan Ombudsman RI di Lembaga…

Akhiri Puasa 28 Tahun! Indonesia Akhirnya Raih Emas di Asian Games 2026

Akurasi.id, Jakarta - Penantian 28 tahun akhirnya berakhir. Indonesia resmi pecah telur…

Demo 50.000 Buruh di Jakarta 24 September 2026: Hindari 5 Rute Ini, Cek Jalur Alternatif

Akurasi.id, Jakarta - Hari ini, Rabu (24/9/2026), Jakarta bakal macet total. Sekitar…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

TNI AU Siagakan Hercules dan Boeing untuk Evakuasi WNI dari Iran dan Israel, Pemerintah Fokus Jalur Darat
HeadlinePeristiwa

TNI AU Siagakan Hercules dan Boeing untuk Evakuasi WNI dari Iran dan Israel, Pemerintah Fokus Jalur Darat

By
Wili Wili
Pasar Gembrong Kebakaran, 400 Bangunan Ludes, Kerugian Rp 1,5 Miliar
HeadlinePeristiwa

Pasar Gembrong Kebakaran, 400 Bangunan Ludes, Kerugian Rp 1,5 Miliar

By
akurasi 2019
Bekantan di Ambang Kepunahan, Ulah Manusia Jadi Penentu
CorakRagam

Bekantan di Ambang Kepunahan, Ulah Manusia Jadi Penentu

By
Devi Nila Sari
5 Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Wajib Dibatasi Konsumsinya
KesehatanTrending

5 Makanan Penyebab Kolesterol Tinggi yang Wajib Dibatasi Konsumsinya

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?