By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kesehatan > Covid -19 Belum Usai, Muncul Wabah Baru Serang Anak-Anak di Eropa
HeadlineKesehatan

Covid -19 Belum Usai, Muncul Wabah Baru Serang Anak-Anak di Eropa

akurasi 2019
Last updated: April 28, 2022 1:36 pm
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Covid -19 Belum Usai, Muncul Wabah Baru Serang Anak-Anak di Eropa
Ilustrasi penyakit hepatitis. (Liputan6.com)
SHARE

Pandemi Covid-19 belum selesai, wabah baru serang anak-anak di Eropa. Wabah baru serang anak-anak di Eropa ini bahkan mulai masuk ke Asia dan Amerika.

Contents
  • Setelah Eropa Wabah Ini Mulai Menyebar ke Asia
  • WHO Catat 1 Kematian Terkait Wabah Ini

Akurasi.id, Jakarta – Belum usai pandemi Covid-19, WHO telah menemukan adanya penyakit baru. Menemukan  Hepatitis akut pada sejumlah anak-anak di Eropa serta Amerika Serikat (AS) dan belum ketahuan asal usulnya.

Dalam laman resmi WHO, per tanggal 21 April sudah ada 169 kasus hepatitis akut yang terdeteksi. Semuanya tersebar di 11 negara Eropa WHO dan Amerika WHO, mengutip Selasa (26/4/2022).

Temuan terbanyak berada di Inggris Raya yakni 114 kasus. Selain itu, ada juga di Spanyol 13 kasus, Israel 12 kasus, AS 0 kasus, Denmark 6 kasus, Irlandia 5 kasus, Belanda 4 kasus, Italia 4 kasus, Norwegia 2 kasus, Prancis 2 kasus, dan 1 kasus di Rumania dan Belgia.

Hepatitis akut itu, menurut WHO, kedapatan pada anak berusia 1 bulan hingga 16 tahun. Ada 17 anak atau sekitar 10% bahkan membutuhkan transplantasi hati.

Selain itu, kasus kematian juga sudah terjadi, sejauh ini sudah ada satu anak meninggal akibat penyakit tersebut.

“Sindrom klinis di antara kasus teridentifikasi adalah hepatitis akut [peradangan hati] dengan peningkatan enzim hati yang nyata,” tulis WHO.

“Banyak kasus melaporkan gejala gastrointestinal, termasuk sakit perut, diare dan muntah sebelum gejala hepatitis akut parah serta peningkatan kadar enzim hati, aspartate transaminase [AST] atau alanine aminotrasaminase [ALT] lebih besar dari 500 IU/L, dan penyakit kuning”.

Namun menurut WHO virus umum penyebab penyakit ini belum terdeteksi dalam temuan kasus. Selain itu, belum ketahuan penyebab hepatitis akut karena perjalanan internasional atau yang berhubungan ke negara lain.

WHO juga menyatakan tengah melakukan investigasi lebih lanjut, terkait temuan tersebut di negara-negara yang telah mengidentifikasi kasus, termasuk juga mencatat riwayat klinis dan juga paparan yang lebih detail, pengujian toksilogi dan melakukan tes virologi atau mikrobiologi tambahan.

“Negara-negara yang terkena dampak telah memulai peningkatan kegiatan pengawasan,” kata WHO.

[irp]

Setelah Eropa Wabah Ini Mulai Menyebar ke Asia

Sebuah penyakit misterius yang menyerang hati dan sudah menginfeksi anak-anak di belasan negara di seluruh dunia telah mencapai Asia dan Amerika. Kasus baru kali ini muncul di Jepang dan Kanada.

Kasus hepatitis akut atau peradangan hati yang tidak terdeteksi asalnya ini muncul di Jepang pada 21 April lalu. Penyakit ini terdeteksi pada seorang anak yang setelah tes negatif untuk adenovirus dan Covid-19.

Kementerian kesehatan Jepang mengatakan, pasien tersebut belum menjalani transplantasi hati, tanpa memberikan rincian lebih lanjut, sebagaimana mengutip dari The Guardian, Rabu (27/4/2022).

Sementara itu, Badan Kesehatan Masyarakat Kanada juga mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki laporan hepatitis akut parah yang tidak terdeteksi asalnya pada anak-anak tersebut. Namun, mereka tidak mengungkapkan jumlah kasus atau lokasinya.

Sejauh ini, tercatat 190 kasus misteri hepatitis akut pada anak di seluruh dunia, dengan 140 di antaranya di Eropa, sebagian besar di Inggris (110 kasus). Kasus lebih lanjut telah ditemukan di Israel dan di Amerika Serikat (AS). Tujuh belas anak menjadi sangat sakit sehingga mereka membutuhkan transplantasi hati.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengatakan, pekan lalu bahwa kasus AS pertama teridentifikasi pada Oktober di Alabama. Kasus Inggris pertama tercatat pada Januari.

[irp]

WHO Catat 1 Kematian Terkait Wabah Ini

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan setidaknya satu kematian telah dilaporkan sehubungan dengan wabah tersebut, tanpa mengatakan lokasi negaranya. Badan kesehatan PBB mengatakan kasus terjadi pada anak-anak berusia antara 1 bulan hingga 16 tahun.

Hepatitis biasanya disebabkan oleh salah satu dari beberapa virus hepatitis menular, tetapi ini belum ditemukan pada anak-anak yang terkena. Penyakit kuning, diare, dan sakit perut adalah beberapa gejala yang dilaporkan.

Satu teori yang sedang diselidiki oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris adalah bahwa kurangnya paparan adenovirus umum, yang biasanya menyebabkan sakit perut dan pilek, selama pandemi Covid-19 telah menyebabkan penyakit yang lebih parah di antara anak-anak. Dari 53 kasus yang diuji di Inggris, 40 kasus atau sekitar 75% menunjukkan tanda-tanda infeksi adenovirus.

Pejabat Inggris mengatakan tidak ada hubungan antara kasus dan vaksin Covid-19, karena tidak ada anak yang terkena hepatitis yang menerima suntikan vaksin. (*)

Sumber: CNBCIndonesia.com
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Hepatitis AkutkesehatanPenyakit HatiWabah Misterius
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Suami-Istri hingga Ayah-Anak yang Dilantik Sebagai Anggota DPR 2024-2029, Indikasi Dinasti Politik
HeadlineKabar Politik

Suami-Istri hingga Ayah-Anak yang Dilantik Sebagai Anggota DPR 2024-2029, Indikasi Dinasti Politik?

By
Wili Wili
Di akhir masa jabatan, Kabinet di reshuffle
Headline

Presiden Joko Widodo Melakukan Reshuffle Kabinet: Pengangkatan Menteri Baru dalam Pemerintahan

By
akurasi 2019
Reaksi Netizen dan Kritik Terhadap Jokowi Usai Pemberian Penghargaan kepada Prabowo
HeadlineTrending

Reaksi Netizen dan Kritik Terhadap Jokowi Usai Pemberian Penghargaan kepada Prabowo

By
akurasi 2019
KPK Usut Perintah Penghapusan Chat dalam Kasus Dugaan Suap Bupati Bekasi
HeadlinePeristiwa

KPK Usut Perintah Penghapusan Chat dalam Kasus Dugaan Suap Bupati Bekasi

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?