By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Uncategorized > Indonesia Tegaskan Tidak Mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan
Uncategorized

Indonesia Tegaskan Tidak Mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

akurasi 2019
Last updated: Januari 14, 2022 10:30 am
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
Indonesia Tegaskan Tidak Mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan
Press briefing Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan dan Pelindungan WNI di Kemlu RI, Jakarta, Kamis (13/1). (Judith Aura/kumparan)
SHARE
Indonesia Tegaskan Tidak Mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan
Press briefing Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan dan Pelindungan WNI di Kemlu RI, Jakarta, Kamis (13/1). (Judith Aura/kumparan)

Akurasi.id, Jakarta – Posisi Indonesia terhadap Taliban hingga kini masih sama, yaitu tidak mengakui pemerintahan Taliban di Afghanistan sebagai pemerintahan yang sah. Pernyataan ini ditegaskan oleh juru bicara Kemlu RI, Teuku Faizasyah, pada Kamis (13/1).

Dalam jumpa pers Bantuan Kemanusiaan untuk Afghanistan dan Pelindungan WNI di Kemlu RI, Jakarta, Faizasyah menekankan bantuan yang diberikan oleh Indonesia pada 9 Januari lalu tidak berkaitan dengan pengakuan RI terhadap Taliban.

“Banyak yang menanyakan, apakah dengan adanya [bantuan] kemanusiaan kita di Kabul, apakah itu identik dengan pengakuan terhadap Taliban? Kami ingin kembali menggarisbawahi bahwa hingga sekarang, tidak ada satupun negara yang mengakui pemerintahan saat ini di Afghanistan,” ucap Faizasyah kepada wartawan.

Seperti diketahui, Taliban mengambil alih kekuasaan Afghanistan dari Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani pada 15 Agustus 2021.

Memasuki bulan kelima kekuasaan, negara-negara dunia masih kukuh pada pendiriannya, yaitu mendesak pembentukan pemerintahan Afghanistan yang inklusif. Sampai sekarang janji desakan itu belum dipenuhi Taliban. Karenanya banyak negara yang tidak mengakui pemerintahan Taliban.

“Namun di sisi lain, hampir semua negara melakukan engagement (kontak) dengan pihak Taliban, termasuk di dalam hal inilah negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa,” lanjutnya.

Bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan yang dikirim oleh Indonesia menjadi salah satu bentuk engagement.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Abdul Kadir Jailani, mengatakan Pemerintah Indonesia memiliki sejumlah komitmen utama di Afghanistan.

“Komitmen Pemerintah saat ini yang paling penting adalah kita juga ingin mendorong terwujudnya sebuah proses politik, dalam rangka untuk mewujudkan Afghanistan baru, yaitu Afghanistan yang lebih inklusif, yang lebih ramah dengan hak asasi manusia, terutama hak wanita dan minoritas,” ungkap Abdul.

Situasi kemanusiaan di Afghanistan saat ini semakin memburuk. Oleh karenanya, Indonesia mengulurkan tangan dan mengirimkan bantuan berupa bantuan makanan. RI berkoordinasi dengan badan-badan PBB di lapangan, termasuk salah satunya adalah World Food Programme (WFP).

“23 juta penduduk terancam kelaparan, jumlah ini melebihi setengah penduduk Afghanistan. Lebih dari tiga juta anak-anak Afghanistan juga terancam malnutrisi,” ucap Menlu Retno Marsudi pada acara pelepasan bantuan untuk Afghanistan, 9 Januari lalu. (*)

Sumber: Kumparan.com

Editor: Redaksi Akurasi.id

Hardnews, Pemerintahan Taliban, Bantuan Kemanusiaan, Taliban Afghanistan

 

Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Seorang Bapak di Ciledug Simpan Mayat Bayinya dalam Kulkas karena Tak Punya Biaya Pemakaman

By

PWRI Jatim Apresiasi Bupati Anna Mu’awanah Peduli Pensiunan

By

Denny Indrayana Ternyata Punya Grup WA Khusus dengan Hakim MK Saldi Isra

By

Mahfud MD Kenang saat Momen Kejatuhan Gus Dur, Air Mata Sampai Menetes Saat Bahas …

By
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?