By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Headline > WHO: 23 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron
HeadlineTrending

WHO: 23 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron

Devi Nila Sari
Last updated: Desember 2, 2021 12:53 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
WHO: 23 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron
Sebanyak 23 negara telah mengonfirmasikan kemunculan varian omicron. (Infografis Republika.co.id)
SHARE
WHO: 23 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron
Sebanyak 23 negara telah mengonfirmasikan kemunculan varian omicron.
(Infografis Republika.co.id)

Akurasi.id — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, setidaknya 23 negara telah laporkan kasus varian omicron (Covid-19). Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus memperkirakan, jumlah negara yang melaporkan kasus varian baru tersebut akan bertambah.

“Munculnya varian omicron dapat dipahami telah menarik perhatian global. WHO menanggapi perkembangan ini dengan sangat serius, begitu pula setiap negara. Namun, itu seharusnya tidak mengejutkan kita. Karena inilah yang dilakukan virus (terus bermutasi),” ujar Tedros, dilansir Anadolu Agency, Kamis (2/12).

Pada Rabu (1/12), diantara negara yang telah laporkan kasus varian omicron ini adalah pejabat kesehatan di Brasil melaporkan dua kasus varian omicron pertama yang dikonfirmasi. Dua pelancong yang datang dari Afrika Selatan menunjukkan gejala dan memiliki hasil tes positif Covid-19.

Pada hari yang sama, Arab Saudi mengonfirmasikan satu kasus varian omicron pertama. Kasus itu melibatkan seorang warga yang pernah bepergian ke Afrika Selatan.

Tedros mengatakan, para ilmuwan saat ini masih terus mempelajari tentang varian omicron. Cara penularan, tingkat keparahan penyakit, efektivitas tes, hingga responsnya terhadap vaksin masih dipantau.

Tedros menyebut, dunia tidak boleh lupa bahwa sebelumnya mereka sudah berurusan dengan varian yang sangat menular dan berbahaya, yaitu varian delta. Saat ini, varian delta menyumbang hampir semua kasus secara global.

“Kita perlu menggunakan alat yang sudah kita miliki untuk mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa dari delta. Jika kita melakukan itu, kita juga akan mencegah penularan dan menyelamatkan nyawa dari omicron,” ujar Tedros.

[irp]

Tedros memperingatkan bahwa jika negara dan individu tidak melakukan sesuatu yang perlu mereka lakukan untuk menghentikan penularan strain delta, mereka juga tidak akan menghentikan varian omicron. Beberapa kelompok penasihat WHO telah bertemu untuk mengevaluasi bukti dan memprioritaskan studi yang diperlukan untuk mempelajari varian omicron.

Tedros meminta semua negara untuk mengambil langkah-langkah pengurangan risiko yang rasional dan proporsional, sesuai dengan peraturan kesehatan internasional. Penyaringan penumpang sebelum bepergian dan pada saat kedatangan atau penerapan karantina untuk pelancong internasional termasuk strategi yang direkomendasikan untuk menunda atau mengurangi penyebaran varian baru.

Tedros menjelaskan bahwa larangan perjalanan secara menyeluruh tidak akan mencegah penyebaran omicron secara internasional. Larangan perjalanan justru akan membebani kehidupan dan mata pencarian. (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id
Sumber: Republika.co.id

 

TAGGED:23 Negara OmicronHeadlineVarian OmicronWHO
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kapolri Cek Gladi Bersih Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI
HeadlinePeristiwa

Kapolri Cek Gladi Bersih Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pengambilan Sumpah Presiden dan Wakil Presiden RI

By
Wili Wili
KIM Plus Resmi Deklarasikan Ridwan Kamil dan Suswono untuk Pilkada Jakarta 2024
HeadlineKabar Politik

KIM Plus Resmi Deklarasikan Ridwan Kamil dan Suswono untuk Pilkada Jakarta 2024

By
Wili Wili
Pesawat Smart Air PK-SNS Jatuh di Perairan Nabire, Seluruh Penumpang Selamat
PeristiwaTrending

Pesawat Smart Air PK-SNS Jatuh di Perairan Nabire, Seluruh Penumpang Selamat

By
Wili Wili
santri magetan
Trending

2 Santri Magetan Ditetapkan PDP di Balikpapan, Samarinda Proses Tracking

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?