By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Peneliti UGM Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh Dunia 2021
Trending

Peneliti UGM Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh Dunia 2021

Devi Nila Sari
Last updated: September 16, 2021 4:39 pm
By
Devi Nila Sari
Share
5 Min Read
Peneliti UGM Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh Dunia 2021
Adi Utarini masuk dalam salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia tahun 2021 versi Time. (Tangkapan layar instagram @adiutarinimusik)
SHARE
Peneliti UGM Masuk Daftar Orang Paling Berpengaruh Dunia 2021
Adi Utarini masuk dalam salah satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia tahun 2021 versi Time. (Tangkapan layar instagram @adiutarinimusik)

Akurasi.id — Adi Utarini, dosen dan peneliti Universitas Gajah Mada (UGM) ditasbihkan sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh dunia pada 2021 versi Time. Ia mendapat penghargaan ini setelah bekerja sama dengan tim peneliti internasional dari Program Nyamuk Dunia untuk mencegah ancaman penyakit yang dibawa oleh nyamuk demam berdarah.

Dilansir dari cnnindonesia.com, Kamis (16/09/2021), mereka melakukan inokulasi nyamuk ini dengan Wolbachia. Bakteri ini tidak berbahaya bagi manusia, tapi mampu membuat nyamuk tidak menularkan demam berdarah dari gigitannya.

Ia pun lantas mesti meyakinkan warga di sekitar rumahnya agar merasa aman ketika melepaskan nyamuk-nyamuk yang sudah diinfeksi bakteri ini. Studi ini menjadi terobosan bagi organisasi yang dia bantu pimpin adalah yang pertama membuktikan teknik ini berhasil menurunkan tingkat penyakit di lingkungan masyarakat.

Saat ini, hampir semua orang di Yogyakarta setidaknya seseorang yang pernah terkena DBD. Utarini sendiri terselamatkan dua kali dari penyakit berbahaya ini, seperti ditulis Time.  Peneliti Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, Prof. dr. Adi Utarini, M.Sc., M.P.H., Ph.D., punya peran penting dalam upaya untuk mengatasi penyakit demam berdarah.

Bersama timWorld Mosquito Program(WMP) Yogyakarta, Adi Utarini telah berhasil menurunkan kasus demam berdarah di Kota Yogyakarta sebesar 77 persen, seperti dilansir dari Kagama.co, media resmi di bawah naungan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA).

Penghargaan dari Nature di 2020

Sebelum ditasbihkan sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh dunia, Utarini juga sempat didapuk Komunitas jurnal penelitian Nature Research sebagai 10 orang yang dianggap paling berpengaruh dalam pengembanganilmu pengetahuan selama 2020.

[irp]

Mulai dari pengembang vaksin virus corona (Covid-19) hingga seorang perdana menteri masuk dalam deretan 10 orang berpengaruh tersebut.

“Bersama kolega mereka, orang-orang ini membantu membuat penemuan luar biasa dan berhasil menarik perhatian publik kepada masalah krusial (sains). Nature’s 10 bukan lah penghargaan atau peringkat. Pilihan ini disusun editor Nature untuk menyoroti peristiwa penting dalam sains melalui cerita menarik dari mereka yang terlibat,” bunyi editorial Nature Research.

Prof. dr. Adi Utarini, MSc., MPH, PhD atau dikenal dengan panggilan Prof. Uut, lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada pada 28 Desember 1989. Sejak itu, kemudian bekerja sebagai dosen di bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat (sekarang, Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan).

Ibu dari satu putri ini kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana Master of Science di Centre for International Child Health, University of College London, Inggris (British Council Awards, 1993-1994), Master of Public Health (STINT Award, 1997-1998) dan Doctor of Philosophy (STINT dan TDR Awards, 1999-2002) dari Umea University, Swedia.

[irp]

Sekembalinya ke Indonesia kemudian melakukan penelitian-penelitian di bidang pengendalian penyakit menular, terutama pengendalian penyakit Tuberkulosis dan kebijakan-manajemen mutu layanan kesehatan hingga dikukuhkan sebagai Guru Besar pada tahun 2011.

Selain sebagai penanggungjawab mata kuliah Metode Penelitian di program studi S-2 Ilmu Kesehatan Masyarakat dan program studi S-2 Kebijakan dan Manajemen Kesehatan.

Saat ini, Utarini juga mempunyai beberapa amanah, antara lain sebagai anggota Dewan Riset Nasional (2015-2022), Ketua Kompartemen Mutu di organisasi Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dan Editor Utama The Journal of Hospital Accreditation yang diterbitkan oleh Komisi Akreditasi RumahSakit Indonesia (KARS) bekerja sama dengan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM.

Penulis pernah berperan sebagai Wakil Dekan Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Kedokteran UGM (2012-2016), dan Ketua Minat Manajemen Rumah sakit, Program Studi S-2 Ilmu Kesehatan Masyarakat (2003-2012).

[irp]

Melansir laman FK UGM, kegiatan penelitian yang masih dilakukan Utarini hingga saat ini adalah Peneliti Utama World Mosquito Program Yogyakarta (sejak tahun 2013) dan Konsultan pengembangan Kebijakan dan Strategi Nasional Mutu Pelayanan Kesehatan di Kementerian Kesehatan sejak tahun 2017. Hasil-hasil penelitiannya telah diterbitkan di lebih dari 30 jurnal kesehatan internasional.

Selain bidang akademik, penulis juga menekuni bidang musik, khususnya sebagai pianis. Beberapa konser musik yang telah diselenggarakan antara lain konser amal Life, Passion, and Music (Mei 2018), konser amal Sedjiwa Setjinta (Oktober 2018), serta home concerts.

Buku ini merupakan buku kelima. Buku pertama berjudul Hospital Management (2009); buku kedua mengungkapkan sisi kehidupan di bidang musik, berjudul Akademisi yang Merayakan Musik (2018); buku ketiga ditulis bersama tim penelitian World Mosquito Program Yogyakarta berjudul Besanan Nyamuk (2019); dan buku keempat berjudul Duo Piano (2019). (*)

Editor: Yusva Alam

TAGGED:Orang BerpengaruhPeneliti UGMTimeTrending
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Awas! 7 Kebiasaan Ini Bikin Wajah Wanita 10 Tahun Lebih Tua

Akurasi.id - Penuaan memang proses alami. Tapi, tahukah kamu kalau penuaan bukan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Sikapi Rotasi Kepala Disdukcapil Kutim di Masan Pemilu, Castro: Secara Aturan Waktu Sudah Melanggar
Trending

Sikapi Rotasi Kepala Disdukcapil Kutim di Masan Pemilu, Castro: Secara Aturan Waktu Sudah Melanggar

By
Devi Nila Sari
Kejari Tarakan Kembalikan Uang Rp 140 Juta Hasil Tindak Korupsi Videotron
Hukum & KriminalRagamTrending

Kejari Tarakan Kembalikan Uang Rp 140 Juta Hasil Tindak Korupsi Videotron

By
Devi Nila Sari
Kumpulan Ucapan Berbuka Puasa Anti Ribet untuk Pacar, Kawan, Pimpinan
Trending

Kumpulan Ucapan Berbuka Puasa Anti Ribet untuk Pacar, Kawan, Pimpinan

By
akurasi 2019
Ibu di Bogor Nyaris Tewas Dibacok Suami Akibat Tegur Rumah Dijadikan Tempat Open BO
Hukum & KriminalTrending

Ibu di Bogor Nyaris Tewas Dibacok Suami Akibat Tegur Rumah Dijadikan Tempat Open BO

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?