By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Trending > 4 Titik Sentral di Balik Pemicu Bencana Banjir Samarinda, Hanya Semalam 55 Titik Jadi Lautan Dadakan
Trending

4 Titik Sentral di Balik Pemicu Bencana Banjir Samarinda, Hanya Semalam 55 Titik Jadi Lautan Dadakan

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 1:03 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
5 Min Read
4 Titik Sentral di Balik Pemicu Bencana Banjir Samarinda, Hanya Semalam 55 Titik Jadi Lautan Dadakan
Banjir di Kelurahan Loa Bakung tampak sudah layaknya sungai di tengah Kota Samarinda. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)
SHARE
4 Titik Sentral di Balik Pemicu Bencana Banjir Samarinda, Hanya Semalam 55 Titik Jadi Lautan Dadakan
Banjir di Kelurahan Loa Bakung tampak sudah layaknya sungai di tengah Kota Samarinda. (Devi Nila Sari/Akurasi.id)

4 titik sentral di balik pemicu bencana banjir Samarinda, hanya semalam 55 titik jadi lautan dadakan. Diakui Andi Harun, bencana banjir Samarinda yang terjadi lantaran ada pengupasan lahan dari aktivitas perkebunan, tepat di seberang kawasan pergudangan Samarinda Central Bizpark (SCB).

Akurasi.id, Samarinda – Hujan yang menerpa Samarinda Minggu (29/8/2021) malam membuat Kota Tepian kembali menjadi lautan dadakan. Sedikitnya, ada 55 titik banjir di seluruh penjuru kota yang menggenangi ruas-ruas jalan dan pemukiman dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter hingga 50 sentimeter. Dari titik banjir lama yang kambuh kembali, hingga titik banjir baru yang terjadi lantaran pengupasan lahan maupun diakibatkan tidak maksimalnya fungsi saluran air.

Dari sekian banyak titik banjir tersebut, setidaknya pada Senin (30/8/2021) tercatat empat titik banjir terparah. Diantaranya yang terjadi di Kecamatan Palaran, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Sungai Kunjang, dan Kecamatan Samarinda Ulu.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, selain curah hujan yang cukup tinggi, kiriman air hujan dari hulu ke arah hilir merupakan salah satu penyebab tingginya debit air di beberapa titik.

“Hujan di kota tidak terlalu lama, tapi hujan di daerah hulu berlangsung cukup lama dan deras mengakibatkan semua wilayah di Samarinda tergenang banjir, hingga yang terparah mencapai pinggang orang dewasa,” kata dia.

Pengupasan Lahan Perkebunan di SCB Perparah Keadaan

Seperti banjir yang terjadi di Kelurahan Bukit Pinang tepatnya di Jalan Suryanata. Dikatakannya, banjir terjadi lantaran ada pengupasan lahan dari aktivitas perkebunan tepat di seberang kawasan pergudangan Samarinda Central Bizpark (SCB). “Kami sudah menginstruksikan BPBD beserta camat dan lurah untuk meninjau lokasi tersebut,” ujarnya.

Selain pengupasan lahan dimaksud, menurutnya, diduga kuat penemuan titik banjir di tempat yang sama juga diakibatkan belum berfungsinya secara maksimal polder yang berada di Kelurahan Bukit Pinang. Mengingat, sebelumnya pihak pergudangan SCB telah berjanji untuk membangun polder sebagai tempat aliran air. Sebagai salah satu syarat diizinkannya pendirian bangunan di kawasan itu.

[irp]

“Inikan sebenarnya di sana sebagian sudah kita segel. Kegiatan di sana tidak bisa dilanjutkan tanpa menyelesaikan pembuatan kolam seperti yang mereka ajukan. Setelah kami periksa lahan yang diajukan sebagai pembuatan kolam dijadikan bagian dari bangunan pergudangan. Itu akan kami bongkar,” terang orang nomor satu di Samarinda ini.

Begitupun titik banjir yang berada di Loa Bakung. Saat melakukan tinjauan diperlukan waktu sekitar satu jam untuk keluar. Dikatakan pria yang kerap disapa AH ini, secara teknis untuk melakukan antisipasi banjir di kawasan tersebut sangat kecil karena yang menjadi persoalan adalah akses jalan yang padat, perumahannya sempit dan terletak di kaki gunung. Sehingga ketika hujan deras, kerap terjadi pengiriman tanah ke bawah.

“Ada sekitar 2 rumah terletak di kaki gunung, untuk jangka panjang kami berharap mereka bisa pindah karena sangat berbahaya. Minggu ini kami bantu buat terusan sehingga kalau terjadi banjir ada pemecahan air,” ujarnya.

[irp]

Pembenahan Menyeluruh Drainase Sungai Kunjang Butuh Cepat

Sementara itu, Camat Sungai Kunjang Jumar mengakui, ada 3 titik banjir terparah di lingkup kerjanya yang terjadi di kawasan Jalan Padat Karya Kelurahan Loa Bakung, di Karang Mulya Kelurahan Lok Bahu banjir merata menggenangi 10 RT, hingga Kelurahan Loa Buah.

Ia mengatakan, untuk Lok Bahu memang terletak di pinggiran sungai sehingga rawan terdampak banjir. Sedangkan untuk kawasan Padat Karya, memang perlu dibangunkan drainase yang lebih lebar, tepatnya di muara Jalan Keratak Anyar.

“Artinya 2022 parit di situ memang harus dilebarkan, direlokasi rumah-rumah di sampingnya agar banjir tidak terulang kembali. Dulu di hulunya sempat dilebarkan, tapi di hilirnya masih kecil,” terangnya.

[irp]

Sementara ini, lanjut dia, warga masih memilih menetap di kediaman masing-masing. Sehingga, pihaknya pun kini tengah mengusahakan pengerukan tanah-tanah yang mengendap di jalan untuk mengurangi debit air.

“Kami juga akan mengimbau kepada warga yang memiliki lahan di atas gunung agar menanami tanaman yang mampu menahan air. Itukan di atas cuma singkong dan pohon pisang, makanya rawan longsor,” ungkapnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Andi HarunBanjir Kepung SamarindaBanjir SamarindaPemkto SamarindaSamarinda Banjir LagiSamarinda Jadi Lautan Banjir
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Khotbah Paus Fransiskus di Misa Akbar Stadion GBK: Seruan Perdamaian dan Kepatuhan Umat
PeristiwaTrending

Khotbah Paus Fransiskus di Misa Akbar Stadion GBK: Seruan Perdamaian dan Kepatuhan Umat

By
Wili Wili
Kecelakaan Mobil BMW Terbalik di Jakarta Selatan: Pengemudi Diduga Kurang Konsentrasi
PeristiwaTrending

Kecelakaan Mobil BMW Terbalik di Jakarta Selatan: Pengemudi Diduga Kurang Konsentrasi

By
Wili Wili
RUU HIP
Trending

Irwan Fecho Minta Menteri Basuki Segera Evaluasi Tarif Tol Balsam

By
akurasi 2019
Mulai 1 Juni Samarinda Terapkan Tilang Elektronik Berjalan
Trending

Mulai 1 Juni Samarinda Terapkan Tilang Elektronik Berjalan

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?