By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Bikin Nyesek, 3 Ekor Harimau di Aceh Selatan Didapati Mati Terjerat, Bupati: Pemasang Warga Luar
Trending

Bikin Nyesek, 3 Ekor Harimau di Aceh Selatan Didapati Mati Terjerat, Bupati: Pemasang Warga Luar

Redaksi Akurasi.id
Last updated: Oktober 4, 2021 1:08 pm
By
Redaksi Akurasi.id
Share
3 Min Read
Bikin Nyesek, 3 Ekor Harimau di Aceh Selatan Didapati Mati Terjerat, Bupati: Pemasang Warga Luar
Satu dari tiga ekor harimau yang mati terjerat di Aceh Selatan saat dievakuasi petugas. (Foto: Media Indonesia)
SHARE
Bikin Nyesek, 3 Ekor Harimau di Aceh Selatan Didapati Mati Terjerat, Bupati: Pemasang Warga Luar
Satu dari tiga ekor harimau yang mati terjerat di Aceh Selatan saat dievakuasi petugas. (Foto: Media Indonesia)

Bikin nyesek, 3 ekor harimau di Aceh Selatan didapati mati terjerat, Bupati: Pemasang warga luar. BKSDA Aceh memastikan, lokasi 3 ekor harimau mati terjerat dalam satu kawanan keluarga itu masih berada di dalam hutan lindung.

Akurasi.id, Aceh – Kematian 3 ekor harimau di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, beberapa hari lalu benar-benar membuat banyak orang bersedih. Di tengah populasi hewan itu yang kian langkah, membuat banyak pihak berduka.

Perihal hal itu, Bupati Aceh Selatan Tgk Amran menyatakan penyesalan dan prihatin atas nasib tiga Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) mati terjerat di hutan lindung di Kecamatan Meukek. Tiga harimau itu terdiri dari induk dan dua anakannya.

“Kami minta penegak hukum mengusut tuntas matinya tiga Harimau Sumatera tersebut,” kata Amran sebagaimana dilansir Tempo.co, Jumat 27 Agustus 2021.

Menurut informasi yang diterimanya, Amran menyebut jerat jaring dari kawat seperti yang ditemukan di lokasi kematian ketiga harimau itu, biasa digunakan untuk memerangkap babi hutan. Menurut dia pula, perangkap jerat seperti itu dipasang warga dari luar wilayahnya.

“Sebab masyarakat Aceh Selatan yang mencari nafkah di hutan tidak memasang jerat yang menyebabkan kematian satwa dilindungi seperti harimau,” kata Amran.

Bupati menegaskan, Harimau Sumatera dan satwa dilindungi lainnya merupakan kekayaan alam yang harus dilindungi, sehingga bisa diwariskan kepada generasi mendatang. Masyarakat Aceh Selatan, dia menyebutkan, selama ini hidup berdampingan dengan harimau. “Pada saat konflik, saat saya di gunung, harimau menjadi petunjuk ketika tersesat,” kata Amran lagi.

Sebelumnya, tiga harimau ditemukan mati dengan jerat jaring dari kawat melilit di sejumlah anggota tubuhnya. Saat ditemukan pada Rabu 25 Agustus 2021 ketiganya sudah mati. Hasil nekropsi pada Kamis menunjukkan dua diantaranya (indukan dan anak yang betina) sudah mati lima hari dan satu anak yang jantan menyusul mati dua hari kemudian.

[irp]

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memastikan, lokasi kematian ketiga harimau dalam satu keluarga itu masih di dalam hutan lindung. Kawasan itu berbatasan dengan area hutan untuk penggunaan lain (APL). (*)

Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:Harimau MatiHarimau Sumatera MatiHarimau TerjeratKawanan Harimau Mati
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Fuel Surcharge Naik, Siap-siap Harga Tiket Pesawat Ikutan Naik

Akurasi.id - Calon penumpang siap-siap merogoh kocek lebih dalam. Sejumlah maskapai penerbangan…

Rencana Beli BBM Subsidi Pakai STNK Dibatalkan Pertamina, Ini Alasannya

Akurasi.id - Rencana kewajiban menunjukkan Surat Tanda Nomor Kendaraan atau STNK saat…

Naik Lagi! Ini Harga BBM Non Subsidi per September 2026

Akurasi.id - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi kembali mengalami penyesuaian.…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Cerita Dedy Supianto, Penyintas Covid-19 Asal Bontang Donorkan Plasma Darah Pertama bagi Pasien Lain
Trending

Cerita Dedy Supianto, Penyintas Covid-19 Asal Bontang Donorkan Plasma Darah Pertama bagi Pasien Lain

By
akurasi 2019
lima psn
Trending

Diam-Diam, Isran Sudah Dealkan Lima PSN, Mulai Dieksekusi Tahun Ini

By
akurasi 2019
Uya Kuya Diusir Saat Bikin Konten di Depan Rumah Korban Kebakaran Los Angeles: Ini Kronologinya
SelebritisTrending

Uya Kuya Diusir Saat Bikin Konten di Depan Rumah Korban Kebakaran Los Angeles: Ini Kronologinya

By
Wili Wili
Dari OTT Bupati Kutim, Aroma Korupsi Dana Covid-19 Menyeruak, Jamiatul: Tidak Ada Kaitannya
Trending

Dari OTT KPK Bupati Kutim, Aroma Korupsi Dana Covid-19 Menyeruak, Jamiatul: Tidak Ada Kaitannya

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?