By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Urusan Narkoba Kaltim Juara 2 Nasional, Selama Pandemi Ada 1.407 Kasus dengan 1.733 Tersangka
News

Urusan Narkoba Kaltim Juara 2 Nasional, Selama Pandemi Ada 1.407 Kasus dengan 1.733 Tersangka

Devi Nila Sari
Last updated: Juni 29, 2021 4:54 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Urusan Narkoba Kaltim Juara 2 Nasional
Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Wisnu Andayana saat diwawancarai awak media pada kegiatan HANI 2021 di Kantor Gubernur Senin Kemarin (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
Urusan Narkoba Kaltim Juara 2 Nasional
Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Wisnu Andayana saat diwawancarai awak media pada kegiatan HANI 2021 di Kantor Gubernur Senin Kemarin (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Urusan Narkoba Kaltim Juara 2 Nasional, Selama Pandemi Ada 1.407 Kasus dengan 1.733 Tersangka. Meski berbagai sektor terpukul akibat pandemi Covid-19, namun bisnis narkoba tetap merajalela di provinsi tempat calon Ibu Kota Negara ini.

Akurasi.id, Samarinda – Sejak awal virus Corona masuk ke Indonesia pada awal tahun 2020, tak dipungkiri perekonomian terus menerus terperosok, hal itu pula yang membuat banyak masyarakat kehilangan pekerjaan, dan tak sedikit pula mereka yang tak memiliki pekerjaan nekat melakukan bisnis narkoba.

Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur mencatat ada peningkatan ratusan kasus ditanganinya sejak awal covid-19.

“Yang jelas kita ada 1.407 kasus  dengan 1.733 orang tersangka. Angka ini ada kenaikan hingga beberapa ratus kasus,” jelas Wisnu Andayana, Kepala BNNP Kaltim saat menghadiri Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) di Kantor Gubernur, Senin (28/6/2021).

Wisnu menerangkan peredaran narkoba tidak mengenal masa pembatasan sosial atau work from home (WFH). Justru saat ini pelakunya semakin bersemangat menjual narkoba. “Sebaliknya mereka malah semangat, itu menjadi alternatif mereka untuk bisnis usaha, yang rata-rata lagi surut, sehingga malah tambah banyak,” ujarnya.

BNN mencatat seluruh wilayah Kabupaten/Kota di provinsi tempat calon Ibu Kota Negara ini rawan peredaran narkoba. Bahkan, Kaltim sudah berada di peringkat 2 dari 18 Provinsi tertinggi kasus narkoba.

Tingginya peredaran narkoba di Kaltim, akibat permintaan sangat besar dari penggunanya terutama dari kalangan pekerja. Dan, banyaknya jalan tikus atau jalur gelap di Kaltim, hal itu terbukti dari tangkapan kepolisian beberapa waktu lalu, dan kebanyakan masuknya narkoba dari Malaysia maupun daerah lain.

[irp]

“Kejahatan narkoba ini sudah jadi kejahatan multinasional kerja sama antar negara dan antar provinsi. Dan narkoba ini sudah jadi konsumsi bagi kalangan tertentu terutama daerah yang banyak buruh kebun dan tambang,” ucap Wisnu.

Menurut Wisnu, Kaltim memiliki banyak jalur pelabuhan yang tidak resmi dan tak ada pengawasan, dan itu dimanfaatkan bandar narkoba untuk mengirim barang haram tersebut dan memasoknya ke daerah-daerah di Kaltim.

“Ditambah lagi oknum-oknum yang mungkin di dalamnya mengetahui tapi tidak melapor. Bisa saja ini terjadi,” katanya. BNN sebagai leading sector pemberantasan narkoba, ditegaskan Wisnu, tak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama yang baik antar instansi pemerintahan.

Wisnu mengungkapkan petugas BNN kini terus memperkuat diri agar tak mudah tergiur tawaran dari pengedar-pengedar narkoba yang hendak menyuap. “Hampir di setiap desa-desa, atau kelurahan kita lakukan pengawasan, setidaknya setiap desa kita memiliki 10 anggota yang mengawasinya,” ujarnya.

[irp]

BNN Kaltim juga baru saja meluncurkan program Desa Bersinar di 3 desa. Program ini akan dievaluasi untuk dikembangkan ke desa yang lain. Kemudian, pihaknya juga akan rekrut relawan untuk edukasi penanggulangan narkoba. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: redaksi

TAGGED:BNN KaltimKalimantan TimurKasus Kriminalnarkoba
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Rekaman CCTV dan Skenario Iptu Rudiana dalam Kasus Pembunuhan Vina dan Eky
Hukum & KriminalTrending

Rekaman CCTV dan Skenario Iptu Rudiana dalam Kasus Pembunuhan Vina dan Eky

By
Wili Wili
Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter Gunung Bulusaraung
PeristiwaTrending

Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Jurang 500 Meter Gunung Bulusaraung

By
Wili Wili
Niat Hindari Lubang, Truk Pengangkut Sembako Terbalik di Marangkayu, Akibatkan Kemacetan 3 Kilometer
News

Niat Hindari Lubang, Truk Pengangkut Sembako Terbalik di Marangkayu, Akibatkan Kemacetan 3 Kilometer

By
Devi Nila Sari
Bayi Kembar tiga
CorakNews

Lahirkan Tiga Bayi Kembar di HUT Bontang, Ika Purwati Sampai Harus Disesar

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?