By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Kabar Politik > Politisasi Sara Masih Jadi Momok di Pemilu Mendatang, Pemilih Pemula Rentan Terpapar Hoaks
Kabar Politik

Politisasi Sara Masih Jadi Momok di Pemilu Mendatang, Pemilih Pemula Rentan Terpapar Hoaks

Devi Nila Sari
Last updated: Agustus 18, 2021 11:45 am
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Politisasi Sara Masih Jadi Momok di Pemilu Mendatang, Pemilih Pemula Rentan Terpapar Hoaks
Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo (tengah) menyampaikan jika politisasi sara dan hoaks masih menjadi masalah utama dalam pemilu. (Istimewa)
SHARE
Politisasi Sara Masih Jadi Momok di Pemilu Mendatang, Pemilih Pemula Rentan Terpapar Hoaks
Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo (tengah) menyampaikan jika politisasi sara dan hoaks masih menjadi masalah utama dalam pemilu. (Istimewa)

Politisasi Sara Masih Jadi Momok di Pemilu Mendatang, Pemilih Pemula Rentan Terpapar Hoaks. Ragam upaya coba dilakukan penyelanggara pemilu maupun pengawas pemilu untuk menangkal hal itu, diantaranya dengan membangun kesadaran pemilu di kalangan muda.

Akurasi.id, Samarinda – Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI Ratna Dewi Pettalolo menyebut money politic atau politik uang merupakan permasalahan utama dalam pemilu pada umumnya. Kendati demikian, dalam beberapa tahun terakhir politisasi suku, agama, ras, dan antargolongan (sara) serta penyebaran hoaks atau berita bohong menjadi varian baru dalam permasalahan pilkada maupun pemilu.

Hal ini disampaikan Ratna Dewi Pettalolo dalam konferensi pers usai menghadiri kegiatan pembukaan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) tahun 2021 di Hotel Senyiur, pada Senin (28/6/2021). Penyebaran berita hoaks maupun politisasi sara ini menurut dia, kebanyakan mempengaruhi dan dilakukan oleh pemilih pemula, baik dilakukan secara sadar maupun tidak sadar.

“Maka dari itu, Bawaslu mengincar para pemilih pemula sebagai calon pengawas partisipatif, dengan harapan mengurangi angka pelanggaran selama pemilu,” kata Ratna.

Ia menerangkan, hal ini dilakukan karena pemilih pemula adalah pemilih yang paling rentan tehadap politik uang dan bentuk pelanggaran lainnya. Kemudian menurut survei, pemilih pemula juga merupakan orang yang paling banyak menggunakan sosial media dan rentan menyebarkan berita hoaks berkaitan dengan pemilu.

Karena itu, melalui program ini Bawaslu telah berusaha memberikan pemahaman kepada kader pengawas partisipatif untuk turut serta memberikan pengawasan, jika tidak terhadap masyarakat lainnya minimal terhadap dirinya sendiri.

“Sehingga kader partisipatif yang dilahirkan dari program ini dapat mengisi ruang-ruang yang tadinya kosong dan tidak terjamah oleh penyelenggara. Masyarakat akan turut serta melakukan pengawasan melalui inisiatifnya sendiri,” terang dia.

[irp]

Selain itu, pemilih pemula ini juga merupakan orang-orang yang masih idealis sehingga lebih mudah untuk dibentuk menjadi pemilih yang cerdas. Besar harapan Rita, program ini akan mencapai tujuanya melaui puluhan ribu peserta yang telah mengikuti SKPP, mengingat Bawaslu RI telah melakukan kegiatan ini dalam 4 tahun terakhir.

“Jika dalam setahun kita melahirkan 10.000 kader partisipatif yang tersebar di seluru Indonesia, maka harapannya dari puluhan ribu orang yang telah mengikuti SKPP dan kita tanamkan mengenai pengawasan selama pemilu, mereka tidak tergoda untuk melakukan pelanggaran,” ujarnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Bawaslu RIKaltimPemilih PemulaPemilih Pemula Rentan HoaksPemilu 2024Politisasi Sara dan HokasWaspda Hoaks
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Presiden Prabowo Subianto Akan Berpidato di Sidang Umum PBB, Indonesia Kembali Tampil Setelah 10 Tahun
HeadlineKabar Politik

Presiden Prabowo Subianto Akan Berpidato di Sidang Umum PBB, Indonesia Kembali Tampil Setelah 10 Tahun

By
Wili Wili
Tiga Tahun Isran-Hadi Pimpin Kaltim, Sutomo Jabir: Kinerja Pemerintah Lebih Banyak Proyek Monumental
Kabar Politik

Tiga Tahun Isran-Hadi Pimpin Kaltim, Sutomo Jabir: Kinerja Pemerintah Lebih Banyak Proyek Monumental

By
Devi Nila Sari
Ratusan Nakes RSUD AW Sjahranie Terjangkit Covid, Dinkes Kaltim: Semua Rumah Sakit Penuh
Trending

Ratusan Nakes RSUD AW Sjahranie Terjangkit Covid, Dinkes Kaltim: Semua Rumah Sakit Penuh

By
Redaksi Akurasi.id
Dewan Desak Kontraktor Percepat Pembangunan Jembatan di Kampung Selambai
Kabar Politik

Dewan Desak Kontraktor Percepat Pembangunan Jembatan di Kampung Selambai

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?