By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Terbuai Janji Tas Bermerek dari Bule di Medsos, Perempuan di Samarinda Harus Kehilangan Puluhan Juta
News

Terbuai Janji Tas Bermerek dari Bule di Medsos, Perempuan di Samarinda Harus Kehilangan Puluhan Juta

Devi Nila Sari
Last updated: April 5, 2021 9:46 am
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Terbuai Janji Tas Bermerek dari Bule di Medsos, Perempuan di Samarinda Harus Kehilangan Puluhan Juta
Seorang perempuan berinisial TS dan rekannya melaporkan kasus penipuan oleh oknum yang mengaku bule ke pos FKPM Pelita. (Istimewa)
SHARE
Terbuai Janji Tas Bermerek dari Bule di Medsos, Perempuan di Samarinda Harus Kehilangan Puluhan Juta
Seorang perempuan berinisial TS dan rekannya melaporkan kasus penipuan oleh oknum yang mengaku bule ke pos FKPM Pelita. (Istimewa)

Terbuai Janji Tas Bermerek dari Bule di Medsos, Perempuan di Samarinda Harus Kehilangan Puluhan Juta. Hanya bermodalkan kepiawaian dalam bahasa Inggris, pelaku sukses menipu korban hingga merelakan uangnya sebesar Rp20 juta raib tanpa jejak.

Akurasi.id, Samarinda – Sering kali kita mendengar kasus penipuan belakangan ini, baik dari telepon seluler ataupun di media sosial (medsos). Ada para oknum yang mengaku sebagai polisi dengan modus sanak keluarga tertangkap, hingga ada juga modus jual beli barang dengan harga menggiurkan.

Namun ada satu kasus penipuan yang bisa dikatakan unik terjadi di Kota Samarinda. Seorang wanita berinisial TS (35) melaporkan ke Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Pelita, jika dirinya menjadi korban penipuan oknum yang mengaku sebagai bule (orang luar negeri) asal Britania Raya, Inggris.

“Korban mengenal oknum yang mengaku berasal dari Inggris ini dari akun Instagram, dan telah berjalan 3 minggu. Awalnya mereka chat-chat di Instagram dan berlanjut komunikasi di WhatsApp,” jelas Ketua FKPM Pelita Marno Mukti saat dikonfirmasi, Jumat (26/3/2021).

Mengunakan nomor dari luar negeri dan mahir berbahasa Inggris membuat warga Kecamatan Sungai Kunjang percaya dengan bule ini. Mereka pun kerap berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Hingga sampai pada Senin (22/3/2021) sang bule mengirimkan sebuah tas branded atau bermerek kepada TS.

“Korban yang percaya dengan pemberian oknum ini, kemudian diberikan nomor resi dari sebuah ekspedisi, dari nomor resi itu korban percaya lantaran saat dicek barang tersebut sudah berada di Indonesia,” ungkapnya.

“Padahal teman korba ini sudah mengingatkan bule tersebut bisa jadi penipuan, namun lantaran memiliki nomor resi, korban lebih mempercayai oknum tersebut,” tambah Marno.

[irp]

Alih-alih mendapatkan tas dengan harga fantastis, TS malah mendapat telepon dari ekspedisi lantaran barang yang dijanjikan bule tersebut tertahan oleh oknum yang mengaku dari Bea Cukai, karena barang tersebut dikatakan ilegal.

“Dari oknum yang mengaku Bea Cukai meminta uang Rp100 juta kepada korban untuk menebus barang yang tertahan,” terangnya.

TS yang kebingungan kemudian memberitahukan kejadian tersebut ke pada sang bule, hingga akhirnya sang bule ini memberikan solusi dan meminta uang sebesar Rp20 juta untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Korban pun memberikan uang Rp20 juta dengan cara mentransfer, namun setelah mentransfer, bule ini meminta lagi uang sebanyak Rp90 juta, dari situ barulah korban mulai menyadari, menjadi korban penipuan,” ucapnya.

[irp]

Pasca mendapatkan laporan kasus dugaan penipuan itu, Marno mengarahkan korban untuk melaporkan kasus tersebut ke bagian cybercrime Polresta Samarinda untuk ditindaklanjuti.

“Dari cerita korban yang mengaku pernah berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia, lalu menggunakan rekening Indonesia saat mentransfer uang, saya yakini ini adalah kasus penipuan. Masyarakat jangan mau percaya jika ada yang menggunakan nomor dari luar, apalagi minta sejumlah uang dengan modus apapun,” imbaunya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Ditipu Bule di MedsosKasus PenipuanKehilangan Puluhan JutaPerempuan di Samarinda TertipuPolresta SamarindaTerbuai Janji Tas Bermerek
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Sepi Job karena Pandemi, Wanita Cantik Pemandu Lagu Banting Setir Jualan Miras
News

Sepi Job karena Pandemi, Wanita Cantik Pemandu Lagu Banting Setir Jualan Miras

By
Devi Nila Sari
Tewas di Gunung Lipan
News

Diseruduk Mobil Avanza di Gunung Lipan, Satu Pengendara Motor Tewas di Tempat

By
akurasi 2019
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terima Ancaman Pembunuhan di YouTube, Polda Siap Selidiki
HeadlinePeristiwa

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Terima Ancaman Pembunuhan di YouTube, Polda Siap Selidiki

By
Wili Wili
narkotika bontang
Hukum & KriminalNews

Bontang Jadi Sasaran Empuk Narkotika, Sebulan 9 Pengedar Terjaring Polisi

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?