By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Kabar Politik > Harga Cabai Bikin Pedas Setiap Jelang Ramadan, Komisi II DPRD Kaltim Minta Pemerintah Turun Tangan
Kabar Politik

Harga Cabai Bikin Pedas Setiap Jelang Ramadan, Komisi II DPRD Kaltim Minta Pemerintah Turun Tangan

Devi Nila Sari
Last updated: Maret 25, 2021 8:59 pm
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
Harga Cabai Bikin Pedas Setiap Jelang Ramadan, Komisi II DPRD Kaltim Minta Pemerintah Turun Tangan
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono menilai pemda harus turun tangan menghadapi lonjakan harga cabai di pasar. (Istimewa)
SHARE
Harga Cabai Bikin Pedas Setiap Jelang Ramadan, Komisi II DPRD Kaltim Minta Pemerintah Turun Tangan
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Nidya Listiyono menilai pemda harus turun tangan menghadapi lonjakan harga cabai di pasar. (Istimewa)

Harga Cabai Bikin Pedas Setiap Jelang Ramadan, Komisi II DPRD Kaltim Minta Pemerintah Turun Tangan. Selain memastikan kestabilan harga, pemerintah dianggap perlu memastikan proses distribusi barangnya, sehingga tidak ada oknum yang sengaja memainkan harga.

Akurasi.id, Samarinda – Persoalan klasik lonjakan harga cabai yang selalu terjadi setiap tahunnya selalu saja berulang. Terlebih ketika jelang bulan Suci Ramadan yang selalu dikeluhkan masyarakat umum.

Lonjakan yang cukup pesat ini cukup membuat warga harus menghela nafas panjang. Alasannya, hampir semua jenis cabai, mulai dari cabai rawit sampai cabai keriting menyentuh harga Rp100 ribu per kilogram.

Meski para ahli telah menyimpulkannya, jika kenaikan harga berdampak dari faktor alam yang membuat para petani di Jawa Timur (Jatim) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) mengalami gagal panen, namun hal tersebut tak bisa dibiarkan begitu saja. Sebab kedua daerah ini merupakan pemasok utama cabai bagi kebutuhan masyarakat di Kaltim.

Melihat permasalahan yang seperti tak memiliki ujung ini, anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltim, Nidya Listiyono berkata, kelangkaan yang terjadi ini harus ada upaya yang dilakukan oleh pemkot dan pemprov setempat.

Pertama, perlu mencari tahu jalur distribusi kepada produsen yang menghasilkan cabai. “Betul atau tidaknya gagal panen seperti yang dikabarkan,” kata Tio sapaan karibnya, Rabu (24/3/2021).

Memastikan jalur distribusi pemasok cabai pasalnya wajib dilakukan. Sebab, dikhawatirkan Legislator Fraksi Golkar ini kalau kabar tersebut hanya upaya menutupi para pelaku penimbunan, yang memanfaatkan momentum demi meraup untung pribadi.

[irp]

Sementara itu, jika berbicara antisipasi jangka panjangnya, lanjut Tio, Kaltim harus lebih bersiap diri. Yakni dengan cara membentuk atau meningkatkan swasembada khususnya di sektor pertanian kebutuhan utama masyarakat seperti cabai. “Kita harus swasembada, petani Samarinda harus tahu,” tegasnya.

Ketika swasembada dilakukan, Tio harap pemerintah bisa berupaya melindungi petani dan siap untuk membeli ketika waktu panen telah tiba. Dengan menjamin harga agar petani terus bisa bekerja dan tidak mendapat hasil rugi.

Menurutnya, melambungnya harga ini masalah berulang. Jadi, ketika swasembada cabai dilakukan, maka itu akan mengurangi efek dari kelangkaan cabai yang terus menerpa Bumi Etam -sebutan Kaltim- seperti saat ini.

[irp]

Sekretaris Fraksi Golkar ini juga berkata, bahwa pemerintah dirasa perlu memeriksa harga di daerah lain. Melakukan operasi pasar, pengecekan harga bahan pokok. “Pemda harus campur tangan dalam menyetabilkan harga,” pungkasnya. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:#DPRD KaltimCabai Mahal Jelang RamadanHarga Cabai Bikin PedasKomisi II DPRD KaltimMinta Pemerintah Turun TanganPemprov Kaltim
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Awas! 7 Kebiasaan Ini Bikin Wajah Wanita 10 Tahun Lebih Tua

Akurasi.id - Penuaan memang proses alami. Tapi, tahukah kamu kalau penuaan bukan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Pantau Jalannya Pilkada, Ketua KPU Dampingi Gubernur Kaltim Kunjungi 4 TPS di Kukar
Kabar Politik

Pantau Jalannya Pilkada, Ketua KPU Dampingi Gubernur Kaltim Kunjungi 4 TPS di Kukar

By
akurasi 2019
Sekolah Diingatkan Tak Larut dengan Izin PTM Terbatas, Abdul Haris: Ada Siswa yang Dipertaruhkan
Kabar Politik

Sekolah Diingatkan Tak Larut dengan Izin PTM Terbatas, Abdul Haris: Ada Siswa yang Dipertaruhkan

By
Devi Nila Sari
Inventaris Rp32 Triliun Aset Daerah, Dewan Kebut Rencana Kerja Pansus Pengelolaan Aset Daerah
BirokrasiKabar Politik

Inventaris Rp32 Triliun Aset Daerah, Dewan Kebut Rencana Kerja Pansus Pengelolaan Aset Daerah

By
Devi Nila Sari
Puan Maharani: Kehadiran Presiden Prabowo di Pemusnahan Narkoba Simbol Kuat Perang Melawan Narkoba
HeadlineKabar Politik

Puan Maharani: Kehadiran Presiden Prabowo di Pemusnahan Narkoba Simbol Kuat Perang Melawan Narkoba

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?