By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > PNS Divaksin Bulan Maret, Jurnalis dan Atlet Masuk Daftar Tunggu
Trending

PNS Divaksin Bulan Maret, Jurnalis dan Atlet Masuk Daftar Tunggu

Devi Nila Sari
Last updated: Februari 19, 2021 11:41 am
By
Devi Nila Sari
Share
3 Min Read
PNS Divaksin Bulan Maret, Jurnalis dan Atlet Masuk Daftar Tunggu
Juru Bicara (Jubir) tim Satgas Covid-19 Bontang, Adi Permana. (Rezki Jaya/Akurasi.id)
SHARE
PNS Divaksin Bulan Maret, Jurnalis dan Atlet Masuk Daftar Tunggu
Juru Bicara (Jubir) tim Satgas Covid-19 Bontang, Adi Permana. (Rezki Jaya/Akurasi.id)

Karena pemberian vaksin menyasar pelayanan publik dan mereka yang bekerja di sektor publik, maka PNS divaksin Bulan Maret mendatang.

Akurasi.id, Bontang – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akan segera digelar, diperkirakan awal Maret 2021 mendatang.

Pemberian vaksin tahap kedua ini akan menyasar pada pelayanan publik dan mereka yang bekerja di sektor-sektor publik.

Selain pedagang pasar tradisional, vaksin Covid-19 Sinovac ini akan mengarah pada Pegawai BUMN, Lanjut Usia (Lansia), atlet, jurnalis, hingga ojek pangkalan maupun online.

“PNS divaksin Bulan Maret,” ujar Juru Bicara (Jubir) tim Satgas Covid-19 Bontang, Adi Permana.

Ia mengatakan pada putaran kedua ini, Bontang mengajukan 13 ribu calon penerima vaksin, tetapi dia tidak bisa memastikan yang menerima nantinya sesuai dengan pengajuan. Mengingat data dan jumlah penerima vaksin jadi kewenangan pemerintah pusat.

“Untuk saat ini semua kebijakan vaksin ditarik lagi menjadi kebijakan terpusat. Bahkan sasaran pun nanti mereka yang siapkan. Jadi kami tinggal menjalani perintah,” ucap Adi saat ditemui media ini di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Kamis (18/2/2021).

[irp]

Dia menjelaskan, dari 13 ribu calon penerima, itu masih terhitung untuk PNS, guru, TNI, Polri, Pegawai BUMN dan tukang ojek.

Sementara untuk jurnalis, pedagang tradisional, lansia, dan atlet masuk daftar tunggu karena belum masuk data.

Sebab kategori penerima vaksin tersebut diketahui baru ditambahkan belakangan.

“Untuk pedagang tradisional, diperkirakan jumlahnya cukup besar, diperkirakan hingga 25 ribu penerima,” bebernya.

Untuk sistem pengambilan data kata Adi, dia mengira untuk ASN, TNI maupun kepolisian, data mereka diambil dari data instansi terkait, tetapi untuk masyarakat umum diambil dari data capil,

“Perkiraan saya diambil dari NIK dan jenis pekerjaannya tertera di situ. Dan akan kami verifikasi apa betul ada orang yang bersangkutan di Bontang,” ucap Adi.

Program ini dilakukan mengingat pemerintah lebih fokus mengejar waktu, hal ini untuk mempercepat peningkatan imunitas ke seluruh masyarakat di Indonesia termasuk Kota Bontang.

[irp]

“Lebih cepat lebih baik untuk meningkatkan imunitas ke masyarakat. Dan kedua memang vaksin ini masa kedaluwarsanya lebih cepat, jadi kalau tidak cepat di kerjakan akan kedaluwarsa,” tutupnya. (*)

Penulis: Rezki Jaya
Editor: Rachman Wahid

TAGGED:Covid-19PNS Divaksin Bulan MaretTim Satgas Covid-19 BontangVaksin
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Beda dari Le Pen, Justru Macron Tolak Larangan Hijab: Perang Saudara Bisa Pecah di Prancis
HeadlineTrending

Beda dari Le Pen, Justru Macron Tolak Larangan Hijab: Perang Saudara Bisa Pecah di Prancis

By
akurasi 2019
Cabuli Remaja Laki-laki, Oknum Ojol di Samarinda Ditangkap Polisi
Hukum & KriminalNewsTrending

Cabuli Remaja Laki-laki, Oknum Ojol di Samarinda Ditangkap Polisi

By
Devi Nila Sari
Erick Thohir Tetap Apresiasi Perjuangan Timnas U17 Meski Kalah 0-4 dari Brasil di Piala Dunia U17 2025
OlahragaTrending

Erick Thohir Tetap Apresiasi Perjuangan Timnas U17 Meski Kalah 0-4 dari Brasil di Piala Dunia U17 2025

By
Wili Wili
Gugatan Rp103,4 Triliun: Konflik Jusuf Hamka vs Hary Tanoe atas Transaksi NCD 1999
PeristiwaTrending

Gugatan Rp103,4 Triliun: Konflik Jusuf Hamka vs Hary Tanoe atas Transaksi NCD 1999

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?