By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Corak > Percontohan Budi Daya Lobster di Bontang Kuala, DKP3 Bontang: Tingkatkan Mutu Pelaku Usaha
Corak

Percontohan Budi Daya Lobster di Bontang Kuala, DKP3 Bontang: Tingkatkan Mutu Pelaku Usaha

akurasi 2019
Last updated: November 28, 2020 8:49 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
Percontohan Budi Daya Lobster di Bontang Kuala, DKP3 Bontang: Tingkatkan Mutu Pelaku Usaha
Percontohan Budi Daya Lobster di Bontang Kuala dengan keramba jaring apung oleh BRSDM KKP. (Muhammad Budi Kurniawan/akurasi.id)
SHARE
Percontohan Budi Daya Lobster di Bontang Kuala, DKP3 Bontang: Tingkatkan Mutu Pelaku Usaha
Percontohan Budi Daya Lobster di Bontang Kuala dengan keramba jaring apung oleh BRSDM KKP. (Muhammad Budi Kurniawan/akurasi.id)

Percontohan budi daya lobster di Bontang Kuala, DKP3 Bontang: tingkatkan mutu pelaku usaha. Terlebih Kota Taman yang sebagian besar wilayahnya di perairan, maka berpotensi untuk pengembangan usaha dibidang perikanan khususnya lobster.

Akurasi.id, Bontang – Kelurahan Bontang Kuala dipilih sebagai lokasi percontohan penyuluhan pembesaran lobster keramba jaring apung oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Tegal.

Baca juga: Antisipasi Penularan Flu Burung, DKP3 Bontang Wanti-Wanti Peternak Lapor Bila Ada Unggas Mati

Hal tersebut dilakukan dalam kegiatan temu lapang yang dibuka secara virtual oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sjarief Widjaja, pada Jumat (27/11/2020) lalu.

Dalam laporan pelaksana kegiatan, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Lilly Aprilia Pregiwati menjelaskan, bahwa temu lapang bertujuan mengenalkan aplikasi teknologi kepada masyarakat dalam budi daya lobster.

“Menjadi komuditas budi daya lobster memang tak mudah, sebab lobster diketahui sebagai hewan kanibal. Selain itu harga pakannya tinggi. Oleh sebab itu penting memberikan ilmu kepada para pembudi daya,” ucap Liliy.

Adanya kegiatan temu lapang ini, kata dia, diharapkan menjadi gambaran sekaligus mendorong daerah lain untuk mencontoh dan dipraktikkan di lokasi yang terdapat potensi dan ekosistem budi daya lobster.

“Kedepannya kami berharap di daerah lain, dapat mengikuti apa yang sudah dilakukan di lokasi ini, sebab memiliki ekonomis yang tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang Arman menjelaskan, berdasarkan hasil produksi, jenis lobster bambu dan lobster mutiara yang dipelihara dari percontohan pembesaran ini mengalami peningkatan berat. Yakni rata-rata 14 hingga 16 gram per ekor per dua pekan, dengan berat total seluruh lobster yaitu 170 kilogram pada masa panen.

“Saat ini harga lobster bambu berkisar antara Rp240 ribu hingga Rp300 ribu per kilogram. Sedangkan harga per kilo lobster mutiara Rp450 ribu hingga Rp550 ribu,” jelas Arman.

Arman berharap dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat ini dapat meningkatkan ilmu yang telah disampaikan oleh penyuluh kepada pelaku usaha di lapangan. Pada ujungnya dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kesejahteraan.

“Semoga apa yang disampaikan bermanfaat dan pembudi daya dapat meningkatkan lagi mutu mereka,” harapnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang Aji Erlynawati menyambut positif dan mendukung adanya temu lapang percontohan penyuluhan pembesaran lobster keramba jaring apung.

Mengingat dua per tiga wilayah Kota Taman terdiri dari perairan yang berpotensi untuk pengembangan usaha dibidang perikanan khususnya lobster.

“Berdasarkan data perikanan tangkap 2019, data produksi lobster di Bontang sekitar 89 ton. Walaupun bukan produksi perikanan yang dominan, akan tetapi lobster merupakan komoditas potensial bagi Kota Bontang,” jelasnya.

Selain itu, program ini juga dinilai sejalan dengan misi Pemkot Bontang diantaranya menjadikan Kota Bontang sebagai Creatif City melalui kegiatan pengembangan perekonomian berbasis sektor maritim.

Sehingga diharapkan usaha pembesaran lobster dapat dijadikan program yang berkelanjutan.

“Saya berharap agar sinergi antara pemerintah pusat khususnya KKP terhadap program pengembangan percontohan ini baik dari peningkatan SDM, serta sarana dan prasarana. Semoga pendampingan akan terus berlanjut demi peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya nelayan dan pembudi daya lobster Bontang,” tutupnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:ArmanBRSDMDKP3 BontangKementerian Kelautan dan PerikananKepala DKP3 BontangLobster BambuLobster MutiaraPercontohan Budi Daya LobsterPercontohan Budi Daya Lobster di Bontang KualaSjarief Widjaja
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

EV-DCI: Peran Penting Mahasiswa dalam Membangun Pemerintah Desa
Corak

EV-DCI: Peran Penting Mahasiswa dalam Membangun Pemerintah Desa

By
akurasi 2019
Yuniarti Arbain Menghidupkan RS Amalia yang Nyaris Ditutup
Corak

Yuniarti Arbain Menghidupkan RS Amalia yang Nyaris Ditutup

By
akurasi 2019
BFB Talk Show II Pamerkan Karya Member DFA
CorakRagam

BFB Talk Show II Pamerkan Karya Member DFA

By
Devi Nila Sari
Vaksinasi Tahap Satu Kaltim Digelar, Nakes dan Mahasiswa Kedokteran Jadi Prioritas
CorakRagam

Vaksinasi Tahap Satu Kaltim Digelar, Nakes dan Mahasiswa Kedokteran Jadi Prioritas

By
Devi Nila Sari
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?