By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Pariwara > Hindari Hoax dan Stigma Negatif, PIKA Pupuk Kaltim Dorong Anggota Pahami Fakta Covid-19
Pariwara

Hindari Hoax dan Stigma Negatif, PIKA Pupuk Kaltim Dorong Anggota Pahami Fakta Covid-19

akurasi 2019
Last updated: Oktober 2, 2020 9:00 am
By
akurasi 2019
Share
5 Min Read
Hindari Hoax dan Stigma Negatif, PIKA Pupuk Kaltim Dorong Anggota Pahami Fakta Covid-19
Webinar bertema “Covid-19 : Mitos dan Fakta Baru”. (Dok Pupuk Kaltim)
SHARE
Hindari Hoax dan Stigma Negatif, PIKA Pupuk Kaltim Dorong Anggota Pahami Fakta Covid-19
Webinar bertema “Covid-19 : Mitos dan Fakta Baru”. (Dok Pupuk Kaltim)

Akurasi.id, Bontang – Tingkatkan pemahaman Ibu Rumah Tangga (IRT) tentang beragam fakta mengenai Covid-19, Persatuan Istri Karyawan (PIKA) Pupuk Kaltim menggelar Webinar bertema “Covid-19: Mitos dan Fakta Baru” melalui aplikasi Zoom, pada Selasa (29/9/20).

Baca juga: Pertahankan Properda Emas 5 Tahun Berturut-turut, Pupuk Kaltim Komitmen Lebih Peduli Lingkungan

Kegiatan yang bekerjasama dengan Departemen Kesejahteraan dan Hubungan Industrial (KHI) Pupuk Kaltim ini, diikuti ratusan anggota PIKA dan karyawan Pupuk Kaltim dengan 2 narasumber. Yakni dr Ricky Kurniawan dari RS Pupuk Kaltim dan Ma’rifah dari Departemen KHI Pupuk Kaltim.

Wakil Ketua 1 Pika Pupuk Kaltim Dinny Hanggara Patrianta mengungkapkan kegiatan ini sebagai tindaklanjut edukasi Covid-19 bagi anggota PIKA Pupuk Kaltim. Tujuannya agar lebih memahami berbagai potensi dan fakta klinis yang disebabkan virus terhadap kesehatan diri dan keluarga.

Melalui kegiatan ini, anggota PIKA Pupuk Kaltim diharap dapat meningkatkan pemahaman terkait Covid-19, sehingga bisa menerapkan berbagai upaya antisipasi dalam aktivitas sehari-hari. Guna menjauhkan diri dan keluarga dari potensi paparan virus.

“Kami berharap anggota PIKA Pupuk Kaltim dapat memahami informasi lebih detail terkait fakta Covid-19, agar upaya antisipasi bisa diterapkan untuk menekan jumlah kasus hingga zero, sehingga karyawan dan keluarga Pupuk Kaltim tetap dalam kondisi sehat,” ujar Dinny.

Selain pentingnya memahami berbagai hal tentang Covid-19, anggota PIKA Pupuk Kaltim diimbau untuk memanfaatkan layanan daring Employee Conceling Center (ECC). Di mana layanan ini digagas Pupuk Kaltim bagi karyawan dan keluarga untuk berkonsultasi terkait berbagai persoalan. Baik bersifat psikologis karena Covid-19, maupun hal lain yang butuh pendampingan serta solusi.

“Layanan ini terbuka secara tekstual maupun voice dan bisa diakses anggota PIKA dengan fleksibel, guna membantu mengatasi berbagai persoalan yang bersifat psikologis,” jelasnya.

Dalam materinya, dr Ricky Kurniawan memaparkan sejumlah fakta terkait Covid-19. Mulai dari awal muncul kasus hingga peningkatan pasien di Indonesia. Dilanjutkan berbagai cara penularan dan gejala klinis yang dialami penderita, hingga pasien rentan mengalami gejala Covid-19 berat.

Menurut dia, Covid-19 memaksa masyarakat membiasakan pola adaptasi kebiasaan baru untuk menekan tingkat penularan. Seperti menerapkan protokol kesehatan secara mandiri dengan memakai masker, hingga menjaga kebersihan dan kesehatan untuk mengantisipasi potensi paparan virus.

Penularan Covid-19 paling tinggi terjadi melalui penyebaran droplet, saat ada interaksi dengan orang yang memiliki gejala. Disusul kontak langsung serta menyentuh benda terkontaminasi, hingga aerosol atau tindakan yang menghasilkan airbone seperti intubasi dan nebulasi.

“Untuk itu, menggunakan masker dan social distancing saat berinteraksi dengan orang lain sangat dianjurkan, karena mampu menekan penyebaran virus. Di samping juga sering mencuci tangan dan menjaga kebersihan dan kesehatan,” papar dr Ricky.

Terkait informasi yang berkembang di masyarakat tentang beberapa mitos terkait Covid-19, seperti berenang dan feses bisa menularkan virus, ibu hamil dapat tularkan Covid-19 ke bayi, thermo gun merusak otak, hingga penggunaan masker yang terlalu sering berbahaya bagi kesehatan, seluruhnya belum terbukti secara klinis, sehingga informasi tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Khususnya thermo gun, merupakan jenis laser yang tidak berbahaya dengan penggunaan yang harus diarahkan ke dahi atau telinga. Begitu pula penggunaan masker terlalu sering juga belum ada bukti klinis yang menunjukkan penurunan oksigen, maupun peningkatan karbondioksida yang berpengaruh terhadap kesehatan.

“Ada juga informasi Covid-19 bisa menular melalui sepatu, uang, dan koran. Itu memang memiliki potensi namun sangat kecil, makanya penting untuk cuci tangan sesering mungkin,” tandasnya.

Dirinya menekankan agar IRT dapat mengecek kebenaran seluruh informasi terkait Covid-19 yang diterima, karena belum tentu seluruh informasi tersebut benar. IRT diimbau lebih bijak menyikapi berbagai informasi yang beredar, sehingga tidak menjadi paranoid dengan kasus tersebut.

“Yang penting dipahami, pasien tanpa gejala sangat berpotensi menularkan Covid-19 dan comorbid dapat memperparah infeksi virus. Begitu juga stigma negatif maupun hoax, akan membuat orang takut untuk periksa kesehatan dan berobat,” tuturnya.

Sementara Ma’rifah, dalam materinya mengangkat berbagai upaya mengelola kesehatan diri dan keluarga di masa pandemi, di antaranya tetap mematuhi protokol kesehatan, menjaga kebersihan lingkungan, tingkatkan imunitas tubuh, serta waspada terhadap seluruh potensi penularan Covid-19.

Penerapan protokol kesehatan dalam berinteraksi di luar rumah penting dilakukan, begitu pula saat bersama keluarga. Selain itu menjaga imunitas tubuh dengan berolahraga ringan setiap hari juga dianjurkan, mengurangi konsumsi makanan dan minuman terlalu manis, serta istirahat dan minum air putih yang cukup guna menjaga kelembaban sel dalam tubuh.

“Menjaga lingkungan rumah juga penting, seperti membuka jendela untuk sirkulasi udara, serta rutin membersihkan perabotan dengan disinfektan. Intinya jangan stres, karena bisa menurunkan imun sehingga tubuh rentan penularan,” pungkasnya. (adv)

Penulis: Navra
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:Fakta CovidPIKA Pupuk KaltimPT Pupuk KaltimWebinar
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

sekolah ramah anak
Pariwara

Terapkan Sekolah Ramah Anak, SMP Vidatra Ajarkan Siswa Mencintai Lingkungan dengan Belajar di Luar Kelas

By
akurasi 2019
BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang Serahkan Bantuan APD Kepada Empat Perusahaan Peserta Jaminan Sosial
PariwaraRagam

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang Serahkan Bantuan APD Kepada Empat Perusahaan Peserta Jaminan Sosial

By
Devi Nila Sari
baznas bontang
Pariwara

Jadi Tuan Rumah Rakorda Baznas se-Kaltim, Neni dan Fachrul Berharap Ada Banyak Inovasi Dihadirkan

By
akurasi 2019
Tenggat Waktu Migrasi Suplai Listrik Perumahan HOP ke PLN
Pariwara

Tenggat Waktu Migrasi Suplai Listrik Perumahan HOP ke PLN

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?