By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Sampah Menumpuk di Taman Mangrove Berbas Pantai, Lurah Jadwalkan Kerja Bakti
Trending

Sampah Menumpuk di Taman Mangrove Berbas Pantai, Lurah Jadwalkan Kerja Bakti

akurasi 2019
Last updated: September 30, 2020 8:24 pm
By
akurasi 2019
Share
2 Min Read
Sampah Menumpuk di Taman Mangrove Berbas Pantai, Lurah Jadwalkan Kerja Bakti
Miris, Taman Mangrove di Berbas Pantai penuh dengan sampah yang beraroma busuk. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)
SHARE
Sampah Menumpuk di Taman Mangrove Berbas Pantai, Lurah Jadwalkan Kerja Bakti
Miris, Taman Mangrove di Berbas Pantai penuh dengan sampah yang beraroma busuk. (Muhammad Budi Kurniawan/Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Tumpukan sampah plastik dan sampah rumah tangga terlihat menjulang lebih dari 20 meter di Taman Mangrove Park, Kelurahan Berbas Pantai Bontang, Kalimantan Timur.

Baca juga: Pemkot Bontang Akan Berlakukan Jam Malam untuk Tekan Penyebaran Covid-19

Dari pantauan Akurasi.id, sampah tersebut mengeluarkan aroma busuk. Tumpukan sampah tersebut berada di beberapa titik di objek wisata taman mangrove yang menjadi lokasi titik penanaman bibit bakau se-nasional tersebut.

Menurut penuturan warga sekitar, sampah tersebut telah menahun berada di sana. Bahkan warga terbiasa dengan adanya sampah tersebut.

“Sempat sih dibersihin sama pemuda-pemuda sini, tapi enggak lama ada lagi sampahnya,” ucap Tofik, warga sekaligus pengunjung Taman Mangrove Berbas Pantai saat ditemui Rabu (30/9/20) sore.

Terpisah, Lurah Berbas Pantai, Rendhy Maulia membenarkan kondisi tersebut. Dalam waktu dekat kelurahan dan sejumlah instansi lain akan ramai-ramai menggelar bersih-bersih di mangrove park tersebut.

“Kami jadwalkan bersih-bersih bersama Disporapar, Dinas Lingkungan Hidup, dan Kecamatan Bontang Selatan,” ujar Rendhy saat dikonfirmasi.

Rendhy menjelaskan, sampah bersumber dari laut yang terbawa oleh gelombang saat air sedang naik. Sisa-sisa sampah ini kemudian yang mengendap dan bertahan di akar-akar hingga dasar pesisir.

Menurutnya, menumpuknya sampah itu lantaran selama pandemi Covid-19 kunjungan wisatawan ke lokasi itu menurun dan sempat ditutup. Alhasil jumlah sampah dari wisatawan tak mungkin menghasilkan seperti kondisi saat ini.

“Apalagi beberapa bulan lalu mangrove ditutup pada masa lock down dan tidak ada pengunjung. Kalau pun dari pengunjung penumpukan sampah tidak akan sebanyak itu,” bebernya.

Sebenarnya, selama ini Kelurahan Berbas Pantai rajin menggelar bersih-bersih di wilayahnya. Hanya saja, fokus kegiatan di titik-titik pemukiman warga. Sedangkan, di lokasi wisata hanya sesekali dilakukan.

“Jaring juga sudah dipasang tapi enggak semua tempat, hanya di dalam saja,” terangnya.

“Saya juga ingatkan warga pesisir untuk tidak membuang sampah di perairan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Budi Kurniawan
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:KebersihanSampahSampah di Taman MangroveTaman Mangrove Berbas
Share This Article
Facebook Copy Link Print
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Mengenal Beras Fortifikasi, Benarkah Lebih Sehat dari Beras Biasa?

Akurasi.id - Beras menjadi makanan pokok utama masyarakat Indonesia. Namun, di pasaran…

“Kami Tak Suka Didikte!” 5 Pernyataan Tegas Prabowo di KTT BRICS 2026

Akurasi.id, New Delhi - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)…

10 Alat Elektronik yang Boros Listrik Walau Sudah Mati

Akurasi.id - Tagihan listrik rumah naik terus padahal pemakaian rasanya biasa aja?…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

PromoWhoosh January Best Deal: Tiket Kereta Cepat Jakarta–Bandung Rp225 Ribu hingga 31 Januari 2026
PeristiwaTrending

Promo Whoosh January Best Deal: Tiket Kereta Cepat Jakarta–Bandung Rp225 Ribu hingga 31 Januari 2026

By
Wili Wili
Vonis Hukuman Mati Jadi “Kado Ultah” Ferdy Sambo
HeadlineHukum & KriminalNewsTrending

Vonis Hukuman Mati Jadi “Kado Ultah” Ferdy Sambo

By
Devi Nila Sari
PP Pastikan 16 Orang yang Ditahan Anggotan
HeadlineTrending

PP Pastikan 16 Orang Anggotanya Ditahan

By
Devi Nila Sari
Buah Lokal
Trending

Dampak Corona, Peminat Buah Impor Asal Tiongkok Turun, Masyarakat Beralih ke Buah Lokal

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?