By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > Akibat Produksi Sampah yang Tinggi, TPA di Sangatta Kini Mulai Overload
Trending

Akibat Produksi Sampah yang Tinggi, TPA di Sangatta Kini Mulai Overload

akurasi 2019
Last updated: Juni 23, 2020 5:38 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
akibat produksi sampah yang tinggi
Produksi sampah yang cukup tinggi membuat TPA di Sangatta mulai overload. (Ilustrasi)
SHARE
akibat produksi sampah yang tinggi
Produksi sampah yang cukup tinggi membuat TPA di Sangatta mulai overload. (Ilustrasi)

Akurasi.id, Sangatta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini dibuat berpikir ekstra keras mencarikan tempat baru untuk pembuangan sampah di daerah itu. Pasalnya, akibat produksi sampah yang tinggi, membuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Sangatta Utara sebagai ibu kota daerah itu mulai overload.

baca juga: Gara-Gara Lupa Dikasih Obat, ODGJ Malah Curi Motor yang Sedang Terpakir di Pinggir Jalan

Apalagi, hingga dengan sekarang, DLH Kutim belum memiliki lahan sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang permanen. Hal itu tak pelak membuat instansi tersebut cukup kewalahan untuk menampung sampah rumah tangga setiap harinya.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kutim, Sugiyo mengaku, untuk menampung sampah rumah tangga yang cukup tinggi, pihaknya baru dapat menggunakan lahan alternatif untuk dijadikan TPS sebelum diangkut ke TPA yang terletak di kawasan Batota, Jalan Poros Sangatta-Bengalon.

“Sebenarnya tugas kami hanya mendampingi UPT Kebersihan, jadi secara teknis mereka lebih mengetahui. Kami sudah memberikan arahan agar sampah di TPS jangan sampai bermalam, (tapi harus diangkut secepatnya),” jelas Sugiyo saat ditemui di kantornya, Selasa (23/6/20).

Meski selama ini ada dua lokasi TPS alternatif yang disediakan, yakni di Kabo Jaya dan di Kanal III  Jalan AW Syahrani, namun kedua TPS tidak mampu menampung sampah dalam jumlah besar. Apalagi setiap harinya pengangkutan ke TPA terkendala armada kendaraan operasional yang terbatas.

“Kami pernah di demo masyarakat karena penumpukan sampah di TPS, tapi kami juga tidak bisa berbuat banyak karena mencari lahan baru itu tidak mudah. Setidaknya harus ada pembebasan lahan untuk membangun TPS,”  sebutnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Sugiyo mengusulkan agar setiap desa memiliki satu TPS agar tidak terjadi penumpukan sampah. Selain itu, pihaknya juga berusaha mencari lahan untuk membangun TPS secara permanen yang didapat dialokasikan lewat dana alokasi khusus maupun anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kutim.

“Luas lahan representatif dijadikan TPS minimal luasnya 50 meter persegi. Karena TPS ini hanya penampungan sampah sementara sebelum dilakukan pengangkutan ke TPA. Justru kalau kelamaan nantinya bisa menyebarkan bau tidak sedap,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:Produksi Sampah TinggiSampahTPA Overload
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Dokter Richard Lee Resmi Jadi Mualaf, Didampingi Ustaz Derry Sulaiman dan Felix Siauw
PeristiwaTrending

Dokter Richard Lee Resmi Jadi Mualaf, Didampingi Ustaz Derry Sulaiman dan Felix Siauw

By
Wili Wili
Kecelakaan Maut di Probolinggo Renggut Nyawa Pasutri Dokter, Harley-Davidson Tak Terdaftar Terlibat
HeadlinePeristiwaTrending

Kecelakaan Maut di Probolinggo Renggut Nyawa Pasutri Dokter, Harley-Davidson Tak Terdaftar Terlibat

By
akurasi 2019
Biden: 20 Tahun Kehadiran Militer AS di Afghanistan Berakhir
Trending

Biden: 20 Tahun Kehadiran Militer AS di Afghanistan Berakhir

By
Devi Nila Sari
Pembunuh Serda RS Ditangkap Bersama Seorang Wanita,Motif Masih Didalami
Hukum & KriminalTrending

Pembunuh Serda RS Ditangkap Bersama Seorang Wanita,Motif Masih Didalami

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?