By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Ragam > Birokrasi > Bontang Terapkan New Normal, Anggota DPRD Ini Minta Masyarakat Jangan Teledor
Birokrasi

Bontang Terapkan New Normal, Anggota DPRD Ini Minta Masyarakat Jangan Teledor

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 5:34 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
bontang new normal
SHARE
bontang new normal
Muhammad Irfan. (dok. Akurasi.id)

Akurasi.id, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang saat ini tengah menggaungkan pola hidup normal baru atau New Normal. Terhitung sejak hari ini, Jumat (29/5/20) seluruh tempat ibadah, kedai kafe, dan pusat perbelanjaan telah diperbolehkan kembali beroperasi seperti biasa.

baca juga: Berharap Tiada Penambahan Pasien Pasca Ruang Isolasi Covid-19 Diresmikan, Agus Haris: Fungsi DPRD Tetap Mengawasi

Dibukanya kembali tempat umum tersebut diikuti dengan syarat, yakni masyarakat harus menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya warga mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Sedangkan tempat ibadah dan kafe diimbau untuk menyediakan tempat cuci tangan.

Meski tempat ibadah dan kafe mulai dibuka, dari sisi pendidikan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni masih belum berani mengambil keputusan untuk para peserta didik agar dapat kembali belajar di sekolah atau tetap belajar di rumah saja.

Menanggapi hal ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bontang Muhammad Irfan meminta wali kota untuk menganalisa kembali untuk dibukanya kembali sektor pendidikan. Mengingat untuk anak-anak tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke bawah seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD) tentunya sangat riskan dalam menularkan dan membawa virus untuk orangtua yang ada di rumah.

“Ya jangan sampai nantinya ada klaster baru, bukan dari orangtua namun dari anaknya mengingat anak-anak susah untuk diprediksi dan belum memahami tentang protokol kesehatan. Ditakutkan nantinya anak-anak ini yang membawa virus dan menularkan kepada orangtua di rumah,” ujar anggota Komisi I DPRD Bontang ini.

Politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menganggap dengan dibukanya berbagai pusat perbelanjaan dan kafe di Kota Taman –sebutan Bontang-, dia mengimbau kepada masyarakat untuk menganggap enteng bahkan mengira Covid-19 telah hilang. Apalagi jika sampai melupakan protokol kesehatan yang telah dianjurkan Pemkot Bontang.

“Saya minta kepada masyarakat, khususnya para pemilik pusat perbelanjaan dan cafe dengan diberlakukannya New Normal jangan membuat kita gegabah dengan melupakan protokol kesehatan karena lebih baik mencegah daripada harus mengobati,” tuturnya.

Kata Irfan, dengan diberlakukannya New Normal sudah tentu memiliki risiko tersendiri. Akan tetapi dirinya meyakini jika langkah yang diambil Pemkot Bontang ini tentu telah menyiapkan diri ketika kedepannya terjadi hal yang tidak diinginkan. Misalnya terjadi lonjakan jumlah pasien nantinya.

“Pemkot Bontang pastinya mengambil langkah ini tentunya telah melihat jika kondisi Bontang sudah mulai membaik sehingga mengambil langkah New Normal,” bebernya.

“Masyarakat juga jangan menganggap enteng dengan keluar rumah tidak memakai masker, melakukan perkumpulan dan lainnya. Karena diberlakukannya New Nomal bukan berarti virus ini sudah hilang,”  tegasnya. (*)

Penulis: Jisa
Editor: Suci Surya Dewi

TAGGED:DPRD BontangM. Irfannew normal
Share This Article
Facebook Copy Link Print
1 Komentar 1 Komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Besok Ada Promo HUT KAI, Bayar 81 Persen Saja, Ini Cara Belinya

Akurasi.id, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) rayakan HUT ke-81 besok,…

HUT Google ke-28 Hari Ini 27 September, Kok Bukan 4 September? Ini Alasan Sebenarnya

Akurasi.id - Buka Google hari ini? Kamu akan melihat Google Doodle spesial…

Awas! 7 Kebiasaan Ini Bikin Wajah Wanita 10 Tahun Lebih Tua

Akurasi.id - Penuaan memang proses alami. Tapi, tahukah kamu kalau penuaan bukan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

pencegahan covid-19
Birokrasi

Akses Masuk dan Ruas Jalan Protokol Dibatasi, Kadishub: Mohon Dukung Langkah Pencegahan Covid-19

By
akurasi 2019
pelayanan tatap muka
Birokrasi

Pelayanan Tatap Muka DPMPTSP Ditutup Sementara, PNS dan TKD Kerja dari Rumah

By
akurasi 2019
Mulai Tahun Depan Pedagang Dilarang Jual Rokok Batangan
BirokrasiHeadlineRagam

Mulai Tahun Depan Pedagang Dilarang Jual Rokok Batangan

By
Devi Nila Sari
pelatihan disnaker
Birokrasi

20 Pencaker Ikuti Pelatihan Dasar Teknisi Perancah, Disnaker Ingin Mengentaskan Pengangguran

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?