Seorang Dokternya Reaktif Covid-19, RSU Meloy Kutim Pilih Karantina Para Karyawan, Pelayanan Tetap Dibuka

![]()

Akurasi.id, Sangatta – Rumah Sakit Umum (RSU) Meloy Sangatta di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memberikan kabar yang cukup mengejutkan. Ya, rumah sakit tersebut memutuskan menghentikan pelayanan kesehatan dari salah seorang dari dokter yang bertugas di tempat tersebut, setelah dikabarkan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil rapid test.
Kabar tersebut disampaikan manajemen RSU Meloy Sangatta lewat sebuah surat edaran yang mereka tempelkan di salah satu rumah sakit. Lewat surat itu, manajemen RSU Meloy memberikan setidaknya 7 poin yang menjadi alasan mereka menghentikan layanan kesehatan.
Surat tertanggal 30 April 2020 itu, ditandatangani langsung oleh Direktur RSU Meloy Sangatta, Dr Johan Tonglo. Sebagaimana dikutip pada surat itu, Johan menyampaikan, sehubungan dengan merebaknya kabar bahwa salah seorang dokter di RSU Meloy Sangatta telah terkonfirmasi “Positif Covid-19”, maka kami dari manajemen RSU Meloy menyampaikan beberapa poin.
“Pertama, berdasarkan informasi yang kami terima dari yang bersangkutan (dokter) pada tanggal 26 April 2020 menjelang sore hari, bahwa setelah dilakukan tes di salah satu RS di Sangatta, didapatkan informasi rapid test (dokter terkait) positif,” jelas Johan.
Kedua, sejak berita itu diturunkan, manajemen RSU Meloy langsung menghentikan semua aktivitas pelayanan (dokter) yang bersangkutan di RSU Meloy dan beliau langsung melakukan isolasi mandiri di rumah, sambil menunggu hasil Swab Tenggorokan guna konfirmasi pernah tidaknya terpapar Covid-19, hingga saat ini beliau tidak pernah mengalami gejala demam, batuk dan pilek.
“Ketiga, sejak saat itu juga, kami melakukan disinfektan di seluruh era rumah sakit. Keempat, kami juga telah melakukan isolasi mandiri kepada beberapa karyawan kami yang pernah kontak dengan beliau (dokter) dan setiap hari dilakukan pemantau,” jelas Johan.
Poin kelima, Johan menyampaikan, kalau pihaknya telah dan akan melakukan pemeriksaan penunjang terhadap karyawan di RSU Maloy yang telah kontak dengan beliau (dokter) sebagai antisipasi, termasuk pemeriksaan rapid test berkala.

“Keenam, berdasarkan 78 data karyawan salah satu perusahaan di Sangatta yang beredar di medis sosial, itu bukan daftar pasien Covid-19 dan bukan dikeluarkan oleh RSU Meloy,” tepis Johan.
Poin ketujuh atau terakhir, manajemen RSU Meloy Sangatta juga menepis, kalau tidak benar jika rumah sakit tersebut sedang melakukan lockdown. Hingga kini, RSU Meloy tetap memberikan pelayanan seperti biasanya.

Terkait surat edaran itu, wartawan Akurasi.id mencoba mencari klarifikasi langsung dari manajemen RSU Meloy Sangatta. Namun hingga dengan berita ini diturunkan, belum ada satu pun pihak manajemen rumah sakit tersebut yang dapat dikonfirmasi.
Beberapa kontak dari pihak manajemen RSU Meloy Sangatta yang dimiliki media ini ketika, juga belum memberikan jawaban, baik ketika dikonfirmasi lewat WhatsApp maupun ketika ditelpon secara langsung. (*)
Penulis: Dirhanuddin, Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin









