By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Catatan > Bisnis Hotel VS Covid-19
Catatan

Bisnis Hotel VS Covid-19

akurasi 2019
Last updated: April 18, 2020 1:14 pm
By
akurasi 2019
Share
6 Min Read
covid-19 hotel
Armunanto Somalinggi (dok Pribadi)
SHARE
covid-19 hotel
Armunanto Somalinggi (dok Pribadi)

Ditulis Oleh: Armunanto Somalinggi

Samarinda, 18 April 2020

PERMASALAHAN Covid-19 merupakan krisis global yang menghantam kehidupan sektor industri secara menyeluruh, khususnya sektor hotel dan restoran. Tingkat hunian okupansi hotel rata-rata seluruh anggota PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) secara nasional di bawah 9%, kondisi ini jelas sangat mematikan jalannya operasional industri perhotelan.

baca juga: Ilusi Kesamaan Hak Dalam Kesetaraan Gender

Sektor perhotelan termasuk yang paling parah terkena dampak pandemi Covid-19, satu persatu hotel dan restoran tutup sementara dan para karyawan dirumahkan atau cuti tak ditanggung, sebagian besar terjadi di Bali, Jawa Barat (Jabar), DKI Jakarta, Manado, Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), Kalimantan Timur (Kaltim), dan daerah lainnya di Tanah Air.

Dikutip dari portal online Jalajahnusa.com, 3 April 2020, Wakil Ketua PHRI Pusat Yusran Maulana menyampaikan bahwa “per 1 April 2020 hotel di Indonesia yang tutup tembus diangka 1.174 hotel, sementara karyawan yang telah dirumahkan atau di PHK mencapai 58.700 orang, dan masih akan bertambah lagi selama masa pandemik Covid-19 berlanjut”.

Senyatanya pandemik Covid-19 tesebut kehadirannya memang tak bisa ditolak, Covid-19 akan tetap datang karena masanya yang menghendaki ia muncul, meski seluruh dunia dibuat panik akan kehadirannya namun yang paling penting saat ini adalah bagaimana memutus mata rantai penyebarannya.

Dalam hal ini pemerintah mengeluarkan surat edaran Social Distancing/Jaga Jarak (Physical Distancing) dan bekerja dari rumah/Work From Home (WFH) dan yang terakhir Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Sebaiknya hal ini disikapi sebagai “Kesempatan Evaluasi” dan sebagai momen pemicu guna mengevaluasi SWOT kekuatan(strength), kelemahan(Weakness), peluang(Opportunity) dan ancaman(Threat) dalam mempersiapkan bisnis setelah masa pandemik Covid-19 berakhir dan strategi pertumbuhan bisnis ke depannya, di mana diperlukan kecerdasan bagi pelaku bisnis untuk mengeksplorasi power yang ada sebaik mungkin agar sebuah bisnis tetap bisa bertahan dan bernafas panjang.

Pandemik Covid-19 pun mengganggu kestabilan bisnis pariwisata bahkan dampak perekonomiannya lebih dahsyat dari disruption (disrupsi) yang timbul akibat teknologi digital atau revolusi industri 4.0.

Disrupsi yang dimaksud oleh Prof. Rhenald Kasali adalah perubahan yang timbul akibat teknologi digital yang berimbas pada naik turunya nilai bisnis dari sebuah jasa/barang.

Dilansir dari buku “Disruption” Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali menjelaskan, ihwal Digital Disruption yang juga bakal menggoyang kemapanan industri pariwisata.

Bisnis hotel di Tanah Air mengalami kemunduran dampak dari pandemik Covid-19 juga dianggap sebagai “Disruption”/biang kerok dan pengacau yang mengganggu kestabilan bisnis pariwisata dan melemahkan perekonomian di segala sektor.

Dicky Sumarsono dalam bukunya “Winning Competition” menjelaskan bahwa “dalam menghadapi disruption sebaiknya para pelaku bisnis menciptakan inovasi-inovasi baru”.

Berikut ini tiga (3) langkah yang dapat membantu pelaku bisnis dalam menghadapi disrupsi pandemik Covid-19:

1. Tetap kembangkan bisnis meski dalam ketidakpastian. Pebisnis yang baik adalah pebisnis yang menyadari bahwa dunia bisnis tidaklah pasti, ketidak pastian adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Sebaiknya pelaku bisnis mengeksplor dan merencanakan yang harus dilakukan dalam menghadapi perubahan.

2. Berfokuslah pada ide-ide/pemikiran yang tidak biasa. Pelaku bisnis harus mau menerima inovasi “di luar kotak” dan menoleransi pemikiran-pemikiran yang tidak biasa.

3. Kreatif dan inovatif. Kreatif; anjuran pemerintah dengan program WFH (Work From Home), Hotel pun tidak kalah kreatifnya dengan menawarkan paket Long Stay, yang dikemas dengan nama persis sama WFH (Work From Hotel), yang mana belum pernah ada dan belum terpikirkan sebelumnya, tapi dengan tuntutan perubahan dan sedikit kreativitas maka menjadi tren. Inovatif; saat ini hampir semua hotel dan resto sepi pengunjung sehingga hotel pun berlomba membuat paket Meal Box (Nasi Kotak) dan memasarkannya secara online via medsos (media sosial) plus ditambah dengan servis deliverinya (gratis antar) yang benar-benar memanjakan konsumen, ada juga yang menawarkan aneka minuman kafe dan menjajakannya kepada pengunjung, dan lain sebagainya yang merupakan ide kreatif dan inovasi dari masing-masing hotel.

Sebenarnya pengusaha memahami bahwa gangguan/disrupsi bukanlah sebuah pengecualian melainkan situasi global yang terjadi saat ini. Seorang hotelier sejati menjadikan persaingan untuk mengeksploitasi self power dan dare to innovative. 

Dibutuhkan langkah akseleratif bagi para hotelier untuk membawa bisnis bisa eksis dalam jangka panjang, terutama saat sekarang ini dalam menghadapi disrupsi dampak dari pandemik Covid-19.

Tentunya industri perhotelan di seluruh Tanah Air berharap pandemik Covid-19 segera berakhir sehingga perekonomian dapat kembali bangkit dan geliat pariwisata nusantara kembali bergejolak bak penari rupawan yang berlenggak lenggok menarik hati. Jayalah Pariwisata Indonesia. (*)

Editor: Dirhanuddin

Sekilas Penulis: Armunanto Somalinggi merupakan GM Hotel Grand Kartika Samarinda. Dia juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Manusia (SDM) PHRI BPD Kaltim. Selain itu, pria berpostur tinggi tersebut juga dipercaya sebagai Kabid Humas Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Kaltim.

TAGGED:bisnis hotelcatatanCovid-19
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

3 penumpang kapal
Trending

3 Penumpang Kapal yang Dikabarkan Lepas Pencatatan, Ternyata Sudah Didata KKP Samarinda, Berasal dari Kukar

By
akurasi 2019
Pemerintah Kurangi Lagi Masa Karantina, dari 14 Jadi 10 Hari
Headline

Pemerintah Kurangi Lagi Masa Karantina, dari 14 Jadi 10 Hari

By
akurasi 2019
pasien sembuh kaltim 46
Trending

Kabar Baik!! Pasien Sembuh Covid-19 Kaltim Tertinggi di Kalimantan dengan 46 Kasus

By
akurasi 2019
positif covid-19
Trending

Sama-Sama dari Klaster Gowa, Warga Kutim dan Balikpapan Positif Covid-19

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?