By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> Trending > RSIA Cahaya Sangatta Terapkan Lockdown, 26 Tenaga Kesehatan Isolasi Mandiri, Diduga Terpapar Pasien Positif Corona
Trending

RSIA Cahaya Sangatta Terapkan Lockdown, 26 Tenaga Kesehatan Isolasi Mandiri, Diduga Terpapar Pasien Positif Corona

akurasi 2019
Last updated: Maret 22, 2021 3:27 pm
By
akurasi 2019
Share
4 Min Read
rsia cahaya sangatta
RSIA Cahaya Sangatta adalah salah satu RS swasta yang melakukan lockdown karena sejumlah tenaga medis hingga sarana dan prasarana sudah terpapar dengan pasien suspect Covid-19. (Istimewa)
SHARE
rsia cahaya sangatta
RSIA Cahaya Sangatta adalah salah satu RS swasta yang melakukan lockdown karena sejumlah tenaga medis hingga sarana dan prasarana sudah terpapar dengan pasien suspect Covid-19. (Istimewa)

Akurasi.id, Sangatta – Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Cahaya Sangatta di Kutai Timur (Kutim) menerapkan lockdown  atau melakukan penutupan kegiatan operasional rumah sakit yang dimulai Rabu (25/3/20) besok sampai dalam waktu yang tak ditentukan.

baca juga: Begini Kronologis 2 Warga Asal Bontang dan Kutim Sebelum Dinyatakan Terjangkit Virus Corona

Hal ini diungkapkan oleh Direktur RSIA Cahaya Sangatta dr Meitha PE Togas dalam pres rilisnya, Selasa (24/3/20) hari ini.

Dr Meitha menjelaskan, seluruh wilayah sarana dan prasarana RSAI sudah melakukan proses disinfektan. Langkah itu dilakukan menyusul 26 tenaga kesehatan melakukan isolasi mandiri. Adapun tenaga medis yang dirumahkan untuk melakukan isolasi mandiri, jelas dia, adalah yang pernah berinteraksi atau bersinggungan dengan pasien suspect covid-19 yang saat ini sudah di rujuk ke RSUD Taman Husada Bontang.

Meitha menjelaskan kronologis pasien suspect Covid-19 tersebut awalnya datang ke RSIA Cahaya Sangatta pada tanggal 5 Maret 2020, 9 Maret 2020, dan pada tanggal 13 Maret 2020 pasien dirawat inap di RSIA Cahaya Sangatta hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Taman Husada Bontang sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020.

“Penutupan sementara pelayanan rawat inap sesuai dengan surat pemberitahuan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur Nomor 112/RSIA-CS/III/2020 sebagai langkah kewaspadaan dini dalam rangka memutus rantai penyebaran virus Covid-19,” jelasnya dalam rilis yang diterima Akurasi.id, Selasa (24/03/20).

Lebih lanjut ia menambahkan, RSIA Cahaya Sangatta telah melakukan desinfeksi ke seluruh wilayah sarana prasarana rumah sakit sesuai dengan pedoman pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) rumah sakit untuk mencegah penularan virus Cofid-19. 5.

“Pada tanggal 23 Maret 2020, status pasien yang dirujuk oleh RSIA Cahaya Sangatta ke RSUD Taman Husada Bontang pada tanggal 16 Maret 2020 telah dinyatakan terkonfirmasi Positif Cofid-19.

Meitha menjelaskan RSIA Cahaya Sangatta saat ini dihadapkan dengan potensial risiko Biologi (virus) dan risiko psikososial (beban kerja berlebih, tekanan psikis dan mental terkait adanya PDP terkonfirmasi Covid-19.

“Berdasarkan hal tersebut maka dengan berat hati kami menyampaikan bahwa RSIA Cahaya Sangatta mengambil kebijakan akan melakukan penutupan (lockdown) kegiatan operasional rumah sakit terhitung mulai hari Rabu 25 Maret 2020 besok sampai dalam waktu yang tidak dapat ditentukan,” jelasnya.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

Semua kebijakan itu tujuannya dalam rangka mencegah wabah corona yang lebih luas lagi di wilayah Sangatta, utamanya di Kutim. Mengingat hingga saat ini sudah ada 2 warga Kutim yang dinyatakan positif corona. Salah satunya yang pernah memeriksakan kesehatan di RSIA Cahaya Sangatta.

“Ini sebagai langkah upaya kewaspadaan dini dalam memutus rantai penularan Covid-19 dan dalam rangka pengelolaan dan pengendalian risiko yang berkaitan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, pengunjung, maupun lingkungan rumah sakit,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin


TAGGED:CoronaCovid-19lockdownRSIA Cahaya SangattaRSUD Taman Husada Bontang
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Evaluasi Total SOP Pendakian Gunung Usai Tragedi Juliana di Rinjani, Kemenhut dan Basarnas Tegaskan Langkah Mitigasi
PeristiwaTrending

Evaluasi Total SOP Pendakian Gunung Usai Tragedi Juliana di Rinjani, Kemenhut dan Basarnas Tegaskan Langkah Mitigasi

By
Wili Wili
Dibuka Hari Ini, Cek Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar KPPS Pemilu 2024
HeadlineKabar PolitikRagamTrending

Dibuka Hari Ini, Cek Syarat, Jadwal, Gaji, dan Cara Daftar KPPS Pemilu 2024

By
Fajri
PDAM Samarinda
Trending

PDAM Samarinda Putuskan untuk Meningkatkan Dosis Kaporit sebagai Antisipasi Corona

By
akurasi 2019
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi ke Rp2,35 Juta per Gram, Akhiri Tren Penurunan Dua Hari
PeristiwaTrending

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi ke Rp2,35 Juta per Gram, Akhiri Tren Penurunan Dua Hari

By
Wili Wili
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?