By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • Anews
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
  • Ragam
  • Etalase
  • Infografis
  • Anews
    • Global
    • Regional
  • Afood
  • Astyle
  • Ahealth
  • Asport
  • News
    • Peristiwa
    • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Pendidikan
    • Parlemen
    • Ekonomi
    • Lingkungan
    • Birokrasi
    • Catatan
    • Corak
    • Kabar Politik
    • Pariwara
    • Riwayat
    • Otomotif
    • Covered Story
  • Etalase
    • Job Vacancy
    • Kecantikan
    • Properti
    • Kuliner
    • Kesehatan
    • Destinasi
  • Infografis
Follow US
> Blog > Ragam > Birokrasi > Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Posbindu, Dinkes Ingatkan Pentingnya Pola Hidup Sehat
Birokrasi

Cegah Penyakit Tidak Menular dengan Posbindu, Dinkes Ingatkan Pentingnya Pola Hidup Sehat

akurasi 2019
Last updated: Maret 17, 2021 6:16 pm
By
akurasi 2019
Share
3 Min Read
posbindu hidup sehat
Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim Hariyati saat diwawancai media ini. (Ella Ramlah/Akurasi.id)
SHARE
posbindu hidup sehat
Sekretaris Dinas Kesehatan Kutim Hariyati saat diwawancai media ini. (Ella Ramlah/Akurasi.id)

Akurasi.id, Sangatta – Sekretaris Dinas Kesehatan Kutai Timur (Kutim), Hariyati mengapresiasi langkah masyarakat untuk membentuk Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Dengan adanya Posbindu, menurut dia, artinya menunjukan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, semakin tinggi.

baca juga: Film Mitos ‘Buaya Kembaran Manusia’ Digarap, Viu Shorts Gandeng Pemkab Kutim

“Yang membentuk (Posbindu) adalah masyarakat sendiri. Artinya, masyarakat mulai sadar, sudah memiliki paradigma untuk hidup sehat,” katanya saat menghadiri Lokakarya Mini UPT Puskesmas Sangatta Utara, Rabu (11/3/20).

Posbindu merupakan layanan kesehatan terpadu yang diperuntukkan untuk penyakit tidak menular. Terutama penyakit yang mulai marak di kalangan anak muda, seperti hipertensi, gula darah, asam urat, jantung dan beberap penyakit lainnya.

Posbindu, menurut Hariyati, sudah berkembang dan tersebar di masing-masing rukun tetangga (RT) di Kutim. Tujuannya untuk pemberdayaan masyarakat dalam upaya merawat kesehatan.

“Posbindu adalah salah satu cara deteksi dini bagi seseorang untuk mengetahui penyakitnya, sehingga yang bersangkutan dapat melakukan upaya pecegahan atau pengobatan dini,” terang dia.

Melalui media ini, Hariyati menyampaikan, trend penyakit tidak menular di Kutim dalam beberapa tahun terakhir diketahui cenderung mengalami peningkatan. Namun angka pastinya, Haryati mengaku tidak begitu ingat.

Namun yang pasti menurut dia, tren penyakit tidak menular mengalami peningkatan. Adanya peningkatan jumlah itu, bukan karena adanya penyebaran virus dan sebagainya, tetapi sebagai akibat asupan pola makan, pola asuh dan perilaku hidup masyarakat yang tidak sehat.

Karenanya, Dinas Kesehatan Kutim akan terus berupaya melakukan berbagai kegiatan sosialisasi dan pembinaan kemasyarakatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat. Sebab manfaatnya bukan untuk orang lain, tetapi untuk masyarakat itu sendiri.

“Adanya penigkatan penyakit tidak menular itu bukan karena kinerja kami kurang bagus.Tapi justru karena kinerja kami bagus. Kami mampu mengajak mereka untuk segera mendeteksi dini penyakit yang kemungkinan mereka idap,” katanya.

Dalam berbagai kesempatan, dikatakan Haryati, kalau Dinas Kesehatan  Kutim terus berupaya mengajak masyarakat agar mengedepankan pola hidup sehat. Melaksanakan prinsi pencegahan daripada pengobatan adalah jauh lebih baik bagi masyarakat.

“Kalau kami diam saja, tidak melaksanakan sosialisasi dan sebagainya, maka secara data angka penyakit tidak menular kesannya akan turun. Padahal logikanya, kita harus menemukan penyakit itu,” tuturnya.

Selain pola hidup, data penyakit tidak menular cenderung mengalami peningkatan menurut Hariyati. Hal ini dapat juga diakibatkan karena mulai terbentuknya Posbindu di sejumlah RT, sehingga data semakin terakumulasi.

“Misalkan ada seseorang memeriksakan kesehatan di Posbindu, maka data itu akan terekap. Itu yang membuat secara angka jumlahnya menjadi naik atau bertambah. Dan itu bagus supaya kami bisa melakukan berbagai upaya pencegahan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ella Ramlah
Editor: Dirhanuddin



TAGGED:Diskominfo Kutimkesehatanposbinduregional
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Denada Minta Maaf ke Iwa K dan Teuku Ryan, Tegaskan Bukan Ayah Kandung Ressa Rizky

Akurasi.id - Penyanyi dan aktris Denada akhirnya angkat bicara mengenai spekulasi publik…

Jelang Menikah dengan El Rumi, Syifa Hadju Gelar Bridal Lunch Bersama Bridesmaids

Akurasi.id - Aktris muda Syifa Hadju menggelar acara bridal lunch bersama para…

Harga Emas Antam Sepekan Naik Rp29.000, Kini Tembus Rp2,86 Juta per Gram

Akurasi.id - Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Birokrasi

DPK Bontang Gelar Rakor Pengembangan Perpustakaan

By
Devi Nila Sari
H M Ridwan Habibon, Pemenang Lomba Menelusuri Bontang dalam Foto
Birokrasi

H M Ridwan Habibon, Pemenang Lomba Menelusuri Bontang dalam Foto

By
Devi Nila Sari
Progres Pasar Taman Citra Mas Loktuan 90 Persen Sudah Telan Biaya Rp40 M
Birokrasi

Progres Pasar Taman Citra Mas Loktuan 90 Persen Sudah Telan Biaya Rp40 M

By
akurasi 2019
2 kali tes
Birokrasi

Usai Jalani 2 Kali Tes, Satu Pasien Positif Covid-19 Bontang Sembuh

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?