By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Notification Show More
Font ResizerAa
Font ResizerAa
  • News
  • News & Perspective
  • Hukum & Kriminal
  • Etalase
  • Infografis
  • Ragam
  • Pariwara
Follow US
> News > Hukum & Kriminal > Tim Forensik Mabes Polri Turun Tangan, Ambil Alih Autopsi Jenazah Yusuf Bocah Tanpa Kepala
Hukum & KriminalNews

Tim Forensik Mabes Polri Turun Tangan, Ambil Alih Autopsi Jenazah Yusuf Bocah Tanpa Kepala

akurasi 2019
Last updated: Februari 17, 2020 5:23 pm
By
akurasi 2019
Share
6 Min Read
tim forensik mabes polri
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Budiman menyampaikan autopsi mayat Yusuf, bocah tanpa kepala akan diambil alih Tim Forensik Mabes Polri. (Muhammad Upi/Akurasi.id)
SHARE
tim forensik mabes polri
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Budiman menyampaikan autopsi mayat Yusuf, bocah tanpa kepala akan diambil alih Tim Forensik Mabes Polri. (Muhammad Upi/Akurasi.id)

Akurasi.id, Samarinda – Penemuan jenazah balita Ahmad Yusuf Ghazali (4) jelas menimbulkan duka bagi keluarga. Selain kondisinya yang sangat mengenaskan dan tidak utuh, penyebab kematian pastinya pun sampai saat ini belum menemukan titik terang.

baca juga: Akui Bersalah, Dua Pengasuh Yusuf Beberkan Kronologis Hilangnya Korban

Berbagai macam upaya telah dilakukan pasangan Bambang Sulistyo dan Melisari. Mulai dari menelusuri saluran drainase tempat anaknya diduga hanyut, hingga teranyar mereka bertandang ke Jakarta untuk mendatangi Mabes Polri dan berjumpa dengan pengacara kondang Hotman Paris, Sabtu (15/2/20).

Merespons dari sikap ketidakpuasan keluarga, Polresta Samarinda meminta tim forensik Mabes Polri untuk turun tangan, guna menyingkap pasti kematian dari jenazah balita malang tersebut. Hal ini disampaikan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arief Budiman saat menggelar konferensi pers, Senin (17/2/20) siang tadi.

Dalam pernyataannya, kata Arief, pada Senin sore ini diperkirakan tim forensik Mabes Polri akan mendarat di Kota Tepian -sebutan Samarinda- yang selanjutnya melaksanakan agenda autopsi pembongkaran makam Yusuf, pada Selasa (18/2/20) esok harinya.

“Mendatangkan tim forensik ini sebagai rangka lanjutan penyidikan kami dari kasus kematian balita Yusuf,” bebernya.

Proses autopsi yang diagendakan ini, kata Arief, merupakan upaya lanjutan dari aparat kepolisian agar bisa menyuguhkan fakta dari kematian Yusuf yang bisa dipertanggungjawabkan secara hukum yang berlaku. Meski besok autopsi dilakukan, bukan berarti jauh sebelumnya polisi tidak pernah melakukan pemeriksaan secara medis dari penemuan jenazah Yusuf.

Akan tetapi, hasil rekam medis dari tim kepolisian yang dibantu oleh tim forensik RSUD AW Sjahranie kala itu tidak ada menemukan tanda-tanda kekerasan. Yang mana berarti dugaan kematian semakin kuat mengarah kepada terseretnya Yusuf pada saluran drainase lebih dari empat kilometer dari titik PAUD Jannatul Athfaal, Jalan AW Sjahranie, Samarinda Ulu, hingga ke eks anak sungai karang asam, Jalan Antasari II, Gang 3, RT 30 pada Minggu 8 Desember lalu.

“Untuk lebih mendalam lagi, kami panggil tim forensik mabes (Polri),” imbuhnya.

Autopsi Lanjutan Sudah Disepakati Keluarga Korban

Proses autopsi lanjutan ini pun sudah disepakati oleh pihak kepolisian dengan keluarga. Dan seluruh rangkaian pembiayaan akan ditanggung oleh Mabes Polri. “Iya dari Mabes,” tegas Arief.

Arief pun mengaku sepenuhnya mempercayai proses autopsi kepada tim forensik Mabes Polri ini. “Bahkan dari tulang saja mereka (tim forensik Mabes Polri) bisa mengetahuinya (penyebab kematian),” kata Arief.

Setalah hasil pemeriksaan keluar, nantinya polisi akan melakukan banding dari hasil pemeriksaan forensik awal. Mencari kecocokan dan perbedaan. Apabila ada temuan janggal, tentu menjadi tugas bagi kepolisian untuk mengusutnya hingga benar-benar tuntas.

“Kita juga tentu ingin mengetahui hasilnya,” sambungnya.

Lebih jauh dijelaskannya, dari hasil penyidikan awal. Kondisi jenazah Yusuf yang tak lagi utuh merupakan proses pembusukan selama 16 hari hanyut di dalam saluran drainase, hingga ditemukannya pada eks anak sungai karang asam, Jalan Antasari II, Gang 3, RT 30, dengan jarak lebih dari 4 kilometer pada 8 Desember silam.

Sudah Tetapkan Dua Tersangka Kematian Yusuf

Menghilangnya organ dalam Yusuf, diduga oleh kepolisian lantaran terseret dan tersangkut di sepanjang aliran drainase tersebut. Begitu pun untuk kepala Yusuf yang menghilang. Pengakuan polisi pun, banyak upaya yang sudah mereka lakukan. Mulai dari penyusuran saluran drainase yang dibantu tim relawan, pengecekan CCTV di seluruh titik jalan. Hingga memperluas pencarian hingga ke aliran besar Sungai Mahakam.

Sedangkan adanya temuan jeruji di saluran drainase yang bisa menghambat tubuh Yusuf, juga sudah diperiksa polisi, dengan ditemukannya sellah lubang sekitar 40 sentimeter, yang memungkinkan jenazah balita bisa melaluinya.

Selain itu, dari awal proses penyidikan hingga saat ini polisi pun belum menemukan adanya fakta atau indikasi yang mengarah pada tindak kriminalitas hingga dugaan penjualan organ tubuh seperti yang diutarakan Hotman Paris.

iklan-mahyunadi-MAJU-KUTIM-JAYA

“Mohon masyarakat bersabar, jangan berandai-andai. Lebih baik kita menunggu dulu hasil sesuai faktanya nanti,” harapnya.

Sebelumnya, jajaran kepolisian telah menetapkan dua orang tersangka berinisial ML (26) dan SY (52) pada Selasa (21/1/2020) lalu, sebagai pengasuh PAUD Jannatul Athfaal, Jalan AW Sjahranie, Samarinda Ulu.

Penetapan tersangka ini pun merupakan lanjutan dari ditingkatkannya status saksi menjadi seorang tersangka. Selama masa penyelidikannya, polisi menghimpun keterangan dari 16 saksi yang mana dua di antaranya ialah ML dan SY yang sudah menjadi tersangka dengan dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian seseorang.

“Kami tidak menutup diri apabila ada alat bukti yang baru. Kami dari kepolisian akan bekerja secara profesional dan kami tentu akan menemukan fakta di lapangan apabila ada,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Upi
Editor: Dirhanuddin

TAGGED:autopsiBocah Tanpa KepalaMisteri Kematian YusufTim Forensik Mabes Polri
Share This Article
Facebook Copy Link Print

Fast Four Quiz: Precision Medicine in Cancer

How much do you know about precision medicine in cancer? Test your knowledge with this quick quiz.
Get Started
Cara Memilih TWS Murah Berkualitas Tanpa Menguras Kantong

Akurasi.id - Gaya hidup modern yang serba cepat membuat perangkat audio nirkabel…

Syarat Lengkap Pembuatan SKCK 2026, Simak Dokumen yang Harus Disiapkan

Akurasi.id - Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan…

Cara Melaporkan Kejahatan Siber: Panduan Lengkap bagi Korban Penipuan dan Peretasan Online

Akurasi.id - Kehadiran ruang digital yang kian masif sayangnya juga dibarengi dengan…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Kebakaran Gerbong Kereta di Stasiun Tugu Yogyakarta: Remaja 17 Tahun Diamankan Polisi
PeristiwaTrending

Kebakaran Gerbong Kereta di Stasiun Tugu Yogyakarta: Remaja 17 Tahun Diamankan Polisi

By
Wili Wili
Aktor Sandy Permana "Mak Lampir" Tewas Ditikam, Polisi Masih Memburu Pelaku
Hukum & KriminalTrending

Aktor Sandy Permana “Mak Lampir” Tewas Ditikam, Polisi Masih Memburu Pelaku

By
Wili Wili
Dahsyatnya Ledakan Petasan di Blitar, Bayi 4 Bulan Alami Gegar Otak
HeadlineNewsPeristiwa

Dahsyatnya Ledakan Petasan di Blitar, Bayi 4 Bulan Alami Gegar Otak

By
Devi Nila Sari
gudang penampungan
Hukum & KriminalNews

Enam Gudang Kayu Ilegal Senilai Rp 6 Miliar Digerebek Polisi, Pemilik Perusahaan Jadi Buronan

By
akurasi 2019
Akurasi.id adalah tagline dari suku kata Aktual dan Menginspirasi. Dua kata itu dipilih bukan tanpa alasan. Kami menyadari perkembangan teknologi informasi memberi dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Khususnya, berbagai informasi yang disajikan media daring.

Tuntutan kecepatan informasi acap membuat pelaku media daring melupakan kedalaman dan ketajaman berita yang disajikan di publik. Tak pelak, informasi yang disuguhkan sangat dangkal. Seolah hanya memenuhi dahaga pembaca. Tidak menyajikan analisa dan intisari informasi.
  • Kategori Populer:
  • Trending
  • Uncategorized
  • Headline
  • Kabar Politik
  • Peristiwa
  • News
  • Birokrasi
  • Hukum & Kriminal
  • Covid-19
  • Ragam
About Company
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kami
© Copyright Akurasi.id 2019 – 2025, All Rights Reserved
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?